Jeda


Jeda menurutku bagai spasi antar kata, ia dibutuhkan untuk mengindahkan serta memudahkan terbacanya apa yang ditulis. Jeda diperlukan sesekali agar dapat merasakan nikmatnya berjuang dengan energi baru. Jeda seperti waktu untuk menarik napas mempersiapkan ancang-ancang. Mengambil jeda sedikit sebelum bersiap berlari atau lompat dapat memperbesar kemungkinan terlampauinya jarak yang lebih jauh. Jeda dari hiruk pikuk dunia, berduaan dengan Rabb yang Maha awal dan Maha Akhir untuk mengatur ulang fokus karena bisingnya mungkin sempat mengacaukan konsentrasi. Jeda untuk memeriksa kelurusan niat yang bisa jadi sudah berbelok jauh dari arah dan tujuan semula adalah sikap yang bijak. Dalam waktu jeda yang digunakan untuk bertafakur, ia kan melembutkan dan menjernihkan hati.

"Dear Lina, kamu butuh jeda"



0 komentar:

Post a Comment