#Moveonproject #2


There’s faith in my world | It comes back to your teachings and all your words | From your life I have learnt | To be patient and caring at every turn | The reason I’m strong | You’re where I belong | In a world spinning out of control | The reason for my pride | You are my guide | And I will always follow your way | Your way, your way, oh!

Salam. Lagu ini dalam banget yah liriknya. Lagu ini jadi soundtracknya film kehidupan saya dalam sepekan terakhir :D. Lagu ini yang saya repeat again repeat again di akun spotify saya. Playlist spotify lagi full Maher Zain karena bakda pulang dari Bandung dua pekan lalu, sepanjang perjalanannya saya dijejelin lagu Maher Zain dari berbagai macam albumnya doi. Alhasil pulang-pulang spotify yang tadinya lagi nyetel lagu-lagunya grup musik Rabithah, Unic, sementara ganti dulu jadi Maher Zain 😍.

‘Alayka salla Allah O Muhammad (May Allah’s salutations be upon you O Muhammad) |  Peace & blessings on you every day | ‘Alayka salla Allah O Muhammad | You inspire me in every way | I promise that wherever I go | Whenever I pray I’ll be sending you praise | With the words that I say
Rasulallah (Messenger of Allah), O Muhammad Peace & blessings on you every day

Cerita tentang lagu ini, ketika di awal lirik from your life I have learnt, to be patient and caring at every turn, saya jadi teringat perjuangan Rasulullah buat ummatnya. Saya teringat ketika Rasulullah dikatakan sebagai majnun πŸ˜­ tapi beliau tetap dengan gigih dan sabar menyampaikan dakwahnya. Saya teringat ketika Uqbah bin Abi Mu'ayth, seseorang durhaka yang lebih memilih teman dibanding iman, melempari Rasulullah dengan kotoran 😭. ‘Alayka salla Allah O Muhammad. Lagu ini saya suka juga musiknya *hehe dan juga bisa jadi senandung yang mendatangkan perenungan buat saya.

Di luar cerita soundtrack hidup saya sepekan tadi, saya mau cerita sedikit betapa sepekan ini saya sangat bersyukur 😭. Pertama dalam pekan ini ada tanggal merah. Hayo, siapa coba yang gak seneng ada tanggal merah?. Tanggal merah pada saat weekday artinya apa? Artinya saya bisa sejenak berhenti dari amanah 8 jam waktu kerja dan mengisi waktu saya dengan targetan saya yang lain. Itu sangat membahagiakan vroh :"). Dan tanggal merah ini sebenarnya adalah tanggal 1 Muharram, yang artinya kita tengah mengalami pergantian tahun di tahun Hijriah, yaitu tahun 1439H. Ini waktu yang tepat bagi saya untuk mengevaluasi diri berkait targetan-targetan diri yang sudah ataupun belum dicapai. Bahkan juga kalau mau revisi plan hidup.

Hal kedua yang membuat saya bersyukur adalah dalam pekan ini Allah beri saya kesempatan untuk melangkahkan kaki menuju majelis-majelis ilmu yang diisi oleh gurunda favorit saya, ustadz Salim A Fillah dan Ustadz Asep Sobari, Lc. Menghadiri kajian ustadz Salim pada saat hari Kamis tanggal merah di waktu sore bakda ashar dan lokasinya yang lebih jauh dari kantor kok ya rasanya kalau engga dimudahkan Allah mah bakal mager. Tapi engga, Alhamdulillah sama sekali engga mager, bahkan semangat banget πŸ’ͺ😀. Emang temanya apa sih? Temanya itu 'Merawat Cinta Sampai Surga' pantes semangat ya Na.. hehe enggak kok bukan karena tema-nya aja. Yaudah saya berangkat deh naik gocar barengan temen menuju masjid Nurul Amal. Alhamdulillah punya temen yang kece asik dan semangat banget kalau ikutan majelis ilmu *huaaa, saya doain semoga dia dipertemukan pendamping yang akan membersamai diri dan jiwanya yang selalu haus akan ilmu*. Pada kajian kemarin itu ada gaya baru dari penyampaian Ustadz Salim dan juga ada cerita baru yang rasanya-rasanya baru saya dengar dari versi ustadz Salim-nya. Jadi 100% bersyukur karena tidak melewatkan.

Sedangkan kajian ustadz Asep membahas shirah nabawiyah seri syamail *kebiasaan-kebiasaan Rasulullah* dalam bentuk serangkaian acara mabit hari Jum'at ke Sabtu. Saya dan teman saya sangat antusias hingga kami mengambil posisi paling depan *biasanya saya juga gitu sih ekekeke* agar lebih siap mereguk ilmu dari mata airnya. Kajian syamail ini membahas seputar bagaimana kebiasaan Rasulullah dalam bermuamalah, bagaimana kebiasaan Rasulullah saat makan, apa kesukaan Rasulullah dan sebagainya. Sebagai contoh yaitu dalam hal bermuamalah Rasulullah pernah melakukan pinjaman, maka tatkala Rasulullah mengembalikan pinjamannya, Rasulullah menambahkankan hingga 2x lipat dari sejumlah yang beliau pinjam. Atau dalam hal makanan, Rasulullah membiasakan diri memiliki selera ketika makan. Ini senada dengan hadist yang menyebutkan untuk makanlah ketika lapar, berhentilah sebelum kenyang. Jadi kalau selera makan tidak muncul ya jangan makan, kalau belum lapar ya jangan makan, karena sebenarnya hal ini berkaitan dengan manfaat makanan yang masuk ke tubuh kita. Ustadz Asep juga menyampaikan tips diet beliau yang berhasil menurunkan berat badan kurang lebih 20kg berdasarkan hadist tadi. 'Kalau gak selera jangan makan, kalau gak lapar ya jangan makan'. Beliau juga bercerita tentang hadist mengenai makan yang bervariasi, jangan makan itu-itu terus, tapi ingat tetap apa adanya dan tidak memaksakan harus ada. Dari situ terlontar ajakan untuk coba deh gak terlalu bergantung dengan nasi. Intinya ustadz bilang kalau beliau sesekali *agak lupa, sesekali apa sudah sering ya?* tidak memakan nasi. Weiiits dari sini saya langsung tersenyum dalam hati bilang *saya juga, saya juga stadz*. Berasa ada temennya *lol* dan memang hal tersebut bekerja juga sama saya dan berhasil nurunin banyak XD

Hal ketiganya adalah ada hujan di pekan ini. Hujan atau berdoa saat hujan itu romantis. Karena waktu itu kehujanan πŸ˜‚, momen apalagi sih yang indah selain berdoa saat kita tahu di situlah salah satu waktu mustajabnya doa. Yap doa, doa, doa sebanyak-banyaknya, memohon keberkahan sama Allah. Dan karena hujan itu jualah Allah memberi saya kesempatan menggugurkan dosa-dosa saya yang seabrek-abrek banyaknya TT. Laa ba'sa thahuurun, insyaAllah.

Sekian ceritaku pekan ini. Plis yang buruk gak usah diambil ya :)










0 komentar:

Post a Comment