Nadia

Aku terdiam memandangi layar smartphoneku. Seorang kakak yang telah lama tak saling bersapa baik di dunia nyata atau dunia maya, tiba-tiba mengirimkanku chat lewat applikasi whatsapp. Wah ada chat dari Kak Putri, batinku.

"Hai Nad, apa kabar? Lama gak ngobrol yah :D"

Jariku pun seketika secepat kilat mengetik balasannya dengan antusias.

"Halo kak, Alhamdulillah Baik XD yaampun iya nih udah lama. Kakak gimana kabarnya?"

Seperti tak ingin aku menanti balasan, Kak Putri yang dulu adalah rekan kerjaku di kantor lama pun segera mengirimkan balasannya.

"Alhamdulillah aku baik juga Nad :D. Btw aku hari ini main ke tempat makan samping kantormu, kalau sempet ketemuan yuk.

"Asik, sampai jam berapa tu? Yuk bolehlah kak"

"Paling sampai jam 1 siang aja sih Nad. Nanti ku kabarin lagi. Oh iya Nad.." 

Aku melihat Kak Putri masih mengetikkan balasannya karena dari layar tertera Kak Putri is typing. Aku menutup layar hp sesaat dan kemudian lanjutkan pekerjaannya.

Hari ini suasana kantor terasa begitu sejuk dan hening. Mungkin karena di luar hujan merintik seharian dan banyak rekan-rekan kerjaku yang memilih kerja remote. Ada yang remote dari rumah atau kosan atau bahkan kafe terdekat sehingga tak heran kantor terasa lebih sepi. Terkadang aku merasa ada bagusnya jika suasana kantor seperti ini, karena minim distraksi dan bisa lebih banyak hal yang bisa ku kerjakan. Tapi hari ini, suasana seperti ini malah seperti mendukung hatiku yang sedang tidak nyaman larut dalam kesenduan. Akhir-akhir ini entah mengapa aku semakin sering memikirkannya. Sesosok yang tiba-tiba saja masuk ke dalam hidupku dan ku kenal dalam waktu singkat.

Sesosok itu dia. Ah apakabarnya saat ini.. Apakah dia sudah berhasil melupakanku? Apakah dia sudah berhasil mengubur segala niat dan mimpi-mimpi baik yang dulu sama-sama kami ikhtiarkan? Suasana ini sukses membuat pikiranku menerawang dan kembali ke sebuah imajinasi tentang ruang di mana aku melihat diriku terduduk dalam keheningan. Tiiing.... Bunyi notif chat membuyarkan lamunanku. Kembali aku mengecek, ternyata lanjutan dari Kak Putri.

"Oh iya Nad, kira-kira kamu udah siap ta'aruf belum 😊?. Ada teman suamiku nih Nad lagi nyari muslimah. Dia ngaji Nad, kelahiran 92 juga sama kayak kamu hehe"

Kemudian,

"Dia juga background pekerjaannya hampir mirip sama kayak kamu :). Kalau kamu udah siap dan mungkin mau coba tawaranku, aku boleh minta cv kamu?"

Ta'aruf. Kata itu....


***
[bersambung]


0 komentar:

Post a Comment