Lelaki Pendek, Hitam, dan Lebih Jelek dari Untanya

Kali ini tentang ''Lelaki Pendek, Hitam, dan Lebih Jelek dari Untanya'' yang saya baca dari buku dengan judul yang sama karangan Ahmad Zairofai AM. Kisah ini saya kenal dari seorang kakak pada waktu saya berkegiatan mentoring jum'at di rohis sma dulu. "Lelaki Pendek, Hitam, dan Lebih Jelek dari Untanya" merupakan salah satu kisah favorit saya yang mengantarkan banyak hikmah.

Cerita di Baqi yang hening, kampung kecil di pinggiran Madinah, Rasulullah seperti biasa menyampaikan nasihat-nasihatnya. ''Siapa yang hari ini bershadaqah, maka aku akan berikan kesaksian baginya disisi Allah pada hari kiamat'' begitulah berita gembira yang disampaikan Rasulullah.


Tak lama, datang seseorang begitu hitam kulit mukanya, paling pendek diantara penduduk yang lain. Bahkan selama ini ia dianggap paling hina. Lelaki hitam itu membawa seekor unta yang sangat bagus. Tidak ada seekor unta pun yang lebih bagus dari unta miliknya. Rasulullah pun bertanya ''Apakah unta ini untuk shadaqah?'' , ''Benar wahai Rasulullah,'' jawab lelaki itu. 

Tiba-tiba, terdengar ada orang yang mengejek sang lelaki hitam ''Dia menshadaqahkan untanya?. Padahal unta itu saja lebih bagus dari dirinya?". Mendengar perkataan itu. Rasulullah berkata, ''Kamu sangat keliru, itu tidak benar. Bahkan orang ini lebih baik dari dirimu dan dari untanya. Kau keliru''. Rasulullah bahkan mengulang perkataan itu tiga kali lalu kemudian menambahkan “Beruntunglah orang yang zuhud, dan juga berusaha. Beruntunglah orang yang zuhud dan juga berusaha''

Begitulah cerita si lelaki hitam dan penduduk Baqi'. Fragmen tentang orang baik yang direndahkan. Ia bukan saja tidak terkenal, bahkan ia dianggap paling hina. Pola pikir ''Lelaki pendek hitam,lebih jelek dari untanya'' seperti itu sebenarnya saat ini sedang tak jarang kita temui sehari-hari. Saat di mana diri melihat harga orang lain dari tampilan luarnya saja, ketenaran, keeksisan. Atau yang seperti ini ''bila kamu tidak terkenal, maka kamu bukan siapa-siapa, kamu hanyalah ''Lelaki pendek, hitam, yang lebih jelek dari untanya''

Menyedihkan kan ceritanya hiks. Dalam hal apa saja, mudah-mudahan kita tidak pernah sedikitpun merasa lebih baik dari orang lain. Sekali lagi, dalam hal apa saja. Pun kita juga jangan hanya mengukur kebaikan dengan kacamata diri sendiri karena belum tentu pandangan diri yang memiliki keterbatasan ini tepat. 

Seperti tadi Rasulullah katakan; belum tentu diri kita sendiri lebih baik. Anas bin Malik pernah menyampaikan bahwa Rasulullah bersabda ''Berapa banyak orang yang kusut dan berdebu memakai selembar pakaian lusuh yang tidak mengundang perhatian, namun sekiranya ia bersumpah atas nama Allah niscaya Allah mengabulkannya.” (HR. Tirmudzi)

Tertoreh pelajaran dari Imam Syafi'i bahwa menjadi baik tidak harus terkenal ketika ia berkata ''saya ingin sekali manusia mengetahui ilmu ini dan tidak menisbahkannya sedikitpun pada saya selama-lamanya''. Ia lantas memberi alasan "Agar aku diberi pahala karenanya dan mereka tidak memuji aku''

Menjadi baik tidak serta merta harus terkenal, harus terlihat, harus dipandang, atau harus cakep. Mungkin terkadang pakaian lusuh, fisik berkekurangan atau apapun itu pernah menjadi pembatas penilaian kita akan keluasan kebaikan dari seseorang. 

Kita harus sadar dan yakin bahwa ada begitu banyak orang yang tak pernah kita kenal tapi mereka jauh lebih baik dari kita. Dengan memegang kuat prinsip ini ternyata berakibat baik bagi kita. Kita akan terpacu kepada dua hal; pertama kita akan terus berbenah, menata diri, dan meningkatkan kebaikan dan yang kedua kita jangan sampai merasa cukup, merasa lebih baik, merasa kita yang paling benar. Sebab hanya dalam persidangan massal saja seluruh penduduk bumi kelak akan tahu, apakah diri kita baik atau tidak baik sementara penilaian manusia sekarang terhadap kitalah yang belum pasti.

Dan terakhir yang perlu kita yakini bahwa ada banyak orang baik yang mencintai pilihan hidup yang juga dicintai Allah yang mungkin belum kita kenal. Semoga Allah memberikan banyak kesempatan pada kita untuk mengenal orang-orang baik seperti ini. :)


2 comments:

  1. reviewnya bagus, salam kenal ya :)
    kunjungi blog ku juga ya
    http://ayukouya.blogspot.com/ hihi

    ReplyDelete
  2. Terimakasih Ayu, Salam kenal juga yaa :)

    #lagilagi deh ini anak-_-

    ReplyDelete