Ada beberapa hal yang menyentil hari ini. Hingga aku terus mengingati lagi masa lalu. Mengingat diri yang pernah tersalah. Saat aku merasa kecewa karena terlalu menggantungkan harap pada manusia.
Dipinjamkan buku berjudul "Ya Allah, Aku jatuh Cinta!" oleh sahabatku disaat menghadapi hari- hari galau, kecewa, futur dll memang aneh. Karena bukannya meminjamkan buku yang berjudul motivasi dan sebagainya, tapi malah berjudul "Ya Allah, Aku jatuh Cinta! .
Tapi ternyata di dalam buku ini aku menemukan hal yang sederhana tentang cinta yang tidak sesederhana pandangan remaja seumuranku kala itu. Bagaimana mengelola cinta dengan baik dalam aturan Islam agar tidak terjerumus ke dalam lembah kemaksiatan. Meski pembahasan dalam buku ini lebih banyak menceritakan cinta kepada makhluk, buku ini berhasil membasahi keringnya jiwa ini.
Bukan tentang cinta kepada maklukNYA, tapi tentang cinta kepada Dia Allah Maha Segala, pemberi seluruh kenikmatan dalam diri ini. Menyadarkanku secara sederhana mengapa aku terlalu repot mengurusi ketergantungan hati pada manusia, berharap terlalu banyak pada manusia yang sangat berpotensi menimbulkan kecewa?. Melakukan sesuatu karena itu dan bukannya Allah. Sibuk mengurusi pandangan dia, mereka, dan bukannya Allah. Astagfirullah.
Saat itu jiwa remajaku menangis. Aku pun mulai berusaha memperbaiki diri. Berusaha membereskan diri dari penyakit-penyakit hati. Menjaga diriku dengan berkumpul lebih banyak bersama sahabat-sahabat yang shalihah. Aku pun mulai mengazzamkan tuk membalutkan hijab pada diri yang saat itu hanya kupandangi pada diri sahabat-sahabatku, termasuk ia yang meminjamkan ku buku ini.
Ya Allah, dulu Aku jatuh Cinta.. jatuh cinta pada Mu, pada Rasul-Mu, pada diin ini, pada jalan ini.
Kini aku akan terus bangun cinta ini ya Allah, membangunnya semakin naik dan kokoh. Meski berat ujiannya, meski sulit menapakinya jalannya, meski raga ini tertatih. Ya Allah kuatkan aku...


0 komentar:
Post a Comment