Aku terdiam memandangi layar smartphoneku. Seorang kakak yang telah lama tak saling bersapa baik di dunia nyata atau dunia maya, tiba-tiba mengirimkanku chat lewat applikasi whatsapp. Wah ada chat dari Kak Putri, batinku.
"Hai Nad, apa kabar? Lama gak ngobrol yah :D"
Jariku pun seketika secepat kilat mengetik balasannya dengan antusias.
Seperti tak ingin aku menanti balasan, Kak Putri yang dulu adalah rekan kerjaku di kantor lama pun segera mengirimkan balasannya.
"Alhamdulillah aku baik juga Nad :D. Btw aku hari ini main ke tempat makan samping kantormu, kalau sempet ketemuan yuk.
"Asik, sampai jam berapa tu? Yuk bolehlah kak"
"Paling sampai jam 1 siang aja sih Nad. Nanti ku kabarin lagi. Oh iya Nad.."
Aku melihat Kak Putri masih mengetikkan balasannya karena dari layar tertera Kak Putri is typing. Aku menutup layar hp sesaat dan kemudian lanjutkan pekerjaannya.
Hari ini suasana kantor terasa begitu sejuk dan hening. Mungkin karena di luar hujan merintik seharian dan banyak rekan-rekan kerjaku yang memilih kerja remote. Ada yang remote dari rumah atau kosan atau bahkan kafe terdekat sehingga tak heran kantor terasa lebih sepi. Terkadang aku merasa ada bagusnya jika suasana kantor seperti ini, karena minim distraksi dan bisa lebih banyak hal yang bisa ku kerjakan. Tapi hari ini, suasana seperti ini malah seperti mendukung hatiku yang sedang tidak nyaman larut dalam kesenduan. Akhir-akhir ini entah mengapa aku semakin sering memikirkannya. Sesosok yang tiba-tiba saja masuk ke dalam hidupku dan ku kenal dalam waktu singkat.
Sesosok itu dia. Ah apakabarnya saat ini.. Apakah dia sudah berhasil melupakanku? Apakah dia sudah berhasil mengubur segala niat dan mimpi-mimpi baik yang dulu sama-sama kami ikhtiarkan? Suasana ini sukses membuat pikiranku menerawang dan kembali ke sebuah imajinasi tentang ruang di mana aku melihat diriku terduduk dalam keheningan. Tiiing.... Bunyi notif chat membuyarkan lamunanku. Kembali aku mengecek, ternyata lanjutan dari Kak Putri.
"Oh iya Nad, kira-kira kamu udah siap ta'aruf belum 😊?. Ada teman suamiku nih Nad lagi nyari muslimah. Dia ngaji Nad, kelahiran 92 juga sama kayak kamu hehe"
Kemudian,
"Dia juga background pekerjaannya hampir mirip sama kayak kamu :). Kalau kamu udah siap dan mungkin mau coba tawaranku, aku boleh minta cv kamu?"
There’s faith in my world | It comes back to your teachings and all your words | From your life I have learnt | To be patient and caring at every turn | The reason I’m strong | You’re where I belong | In a world spinning out of control | The reason for my pride | You are my guide | And I will always follow your way | Your way, your way, oh!
Salam. Lagu ini dalam banget yah liriknya. Lagu ini jadi soundtracknya film kehidupan saya dalam sepekan terakhir :D. Lagu ini yang saya repeat again repeat again di akun spotify saya. Playlistspotify lagi full Maher Zain karena bakda pulang dari Bandung dua pekan lalu, sepanjang perjalanannya saya dijejelin lagu Maher Zain dari berbagai macam albumnya doi. Alhasil pulang-pulang spotify yang tadinya lagi nyetel lagu-lagunya grup musik Rabithah, Unic, sementara ganti dulu jadi Maher Zain 😍.
‘Alayka salla Allah O Muhammad (May Allah’s salutations be upon you O Muhammad) | Peace & blessings on you every day | ‘Alayka salla Allah O Muhammad | You inspire me in every way | I promise that wherever I go | Whenever I pray I’ll be sending you praise | With the words that I say
Rasulallah (Messenger of Allah), O Muhammad Peace & blessings on you every day
Cerita tentang lagu ini, ketika di awal lirik from your life I have learnt, to be patient and caring at every turn, saya jadi teringat perjuangan Rasulullah buat ummatnya. Saya teringat ketika Rasulullah dikatakan sebagai majnun 😭 tapi beliau tetap dengan gigih dan sabar menyampaikan dakwahnya. Saya teringat ketika Uqbah bin Abi Mu'ayth, seseorang durhaka yang lebih memilih teman dibanding iman, melempari Rasulullah dengan kotoran 😭. ‘Alayka salla Allah O Muhammad. Lagu ini saya suka juga musiknya *hehe dan juga bisa jadi senandung yang mendatangkan perenungan buat saya.
Di luar cerita soundtrack hidup saya sepekan tadi, saya mau cerita sedikit betapa sepekan ini saya sangat bersyukur 😭. Pertama dalam pekan ini ada tanggal merah. Hayo, siapa coba yang gak seneng ada tanggal merah?. Tanggal merah pada saat weekday artinya apa? Artinya saya bisa sejenak berhenti dari amanah 8 jam waktu kerja dan mengisi waktu saya dengan targetan saya yang lain. Itu sangat membahagiakan vroh :"). Dan tanggal merah ini sebenarnya adalah tanggal 1 Muharram, yang artinya kita tengah mengalami pergantian tahun di tahun Hijriah, yaitu tahun 1439H. Ini waktu yang tepat bagi saya untuk mengevaluasi diri berkait targetan-targetan diri yang sudah ataupun belum dicapai. Bahkan juga kalau mau revisi plan hidup.
Hal kedua yang membuat saya bersyukur adalah dalam pekan ini Allah beri saya kesempatan untuk melangkahkan kaki menuju majelis-majelis ilmu yang diisi oleh gurunda favorit saya, ustadz Salim A Fillah dan Ustadz Asep Sobari, Lc. Menghadiri kajian ustadz Salim pada saat hari Kamis tanggal merah di waktu sore bakda ashar dan lokasinya yang lebih jauh dari kantor kok ya rasanya kalau engga dimudahkan Allah mah bakal mager. Tapi engga, Alhamdulillah sama sekali engga mager, bahkan semangat banget 💪😤. Emang temanya apa sih? Temanya itu 'Merawat Cinta Sampai Surga' pantes semangat ya Na.. hehe enggak kok bukan karena tema-nya aja. Yaudah saya berangkat deh naik gocar barengan temen menuju masjid Nurul Amal. Alhamdulillah punya temen yang kece asik dan semangat banget kalau ikutan majelis ilmu *huaaa, saya doain semoga dia dipertemukan pendamping yang akan membersamai diri dan jiwanya yang selalu haus akan ilmu*. Pada kajian kemarin itu ada gaya baru dari penyampaian Ustadz Salim dan juga ada cerita baru yang rasanya-rasanya baru saya dengar dari versi ustadz Salim-nya. Jadi 100% bersyukur karena tidak melewatkan.
Sedangkan kajian ustadz Asep membahas shirah nabawiyah seri syamail *kebiasaan-kebiasaan Rasulullah* dalam bentuk serangkaian acara mabit hari Jum'at ke Sabtu. Saya dan teman saya sangat antusias hingga kami mengambil posisi paling depan *biasanya saya juga gitu sih ekekeke* agar lebih siap mereguk ilmu dari mata airnya. Kajian syamail ini membahas seputar bagaimana kebiasaan Rasulullah dalam bermuamalah, bagaimana kebiasaan Rasulullah saat makan, apa kesukaan Rasulullah dan sebagainya. Sebagai contoh yaitu dalam hal bermuamalah Rasulullah pernah melakukan pinjaman, maka tatkala Rasulullah mengembalikan pinjamannya, Rasulullah menambahkankan hingga 2x lipat dari sejumlah yang beliau pinjam. Atau dalam hal makanan, Rasulullah membiasakan diri memiliki selera ketika makan. Ini senada dengan hadist yang menyebutkan untuk makanlah ketika lapar, berhentilah sebelum kenyang. Jadi kalau selera makan tidak muncul ya jangan makan, kalau belum lapar ya jangan makan, karena sebenarnya hal ini berkaitan dengan manfaat makanan yang masuk ke tubuh kita. Ustadz Asep juga menyampaikan tips diet beliau yang berhasil menurunkan berat badan kurang lebih 20kg berdasarkan hadist tadi. 'Kalau gak selera jangan makan, kalau gak lapar ya jangan makan'. Beliau juga bercerita tentang hadist mengenai makan yang bervariasi, jangan makan itu-itu terus, tapi ingat tetap apa adanya dan tidak memaksakan harus ada. Dari situ terlontar ajakan untuk coba deh gak terlalu bergantung dengan nasi. Intinya ustadz bilang kalau beliau sesekali *agak lupa, sesekali apa sudah sering ya?* tidak memakan nasi. Weiiits dari sini saya langsung tersenyum dalam hati bilang *saya juga, saya juga stadz*. Berasa ada temennya *lol* dan memang hal tersebut bekerja juga sama saya dan berhasil nurunin banyak XD
Hal ketiganya adalah ada hujan di pekan ini. Hujan atau berdoa saat hujan itu romantis. Karena waktu itu kehujanan 😂, momen apalagi sih yang indah selain berdoa saat kita tahu di situlah salah satu waktu mustajabnya doa. Yap doa, doa, doa sebanyak-banyaknya, memohon keberkahan sama Allah. Dan karena hujan itu jualah Allah memberi saya kesempatan menggugurkan dosa-dosa saya yang seabrek-abrek banyaknya TT. Laa ba'sa thahuurun, insyaAllah.
Sekian ceritaku pekan ini. Plis yang buruk gak usah diambil ya :)
Teruntuk dirimu yang tengah merindu diam-diam. Maka yang baik dari rindu adalah melangitnya doa-doa rahasia, ya kan? Pada doa-doa itu, Malaikat mengaminkan sekaligus mendoakanmu juga agar mendapat kebaikan yang semisal doamu itu. Ia telah disampaikan oleh Rasulullah ﷺ, "Sesungguhnya do’a seseorang muslim kepada saudaranya di saat saudaranya tidak mengetahuinya adalah doa’a yang mustajab (terkabulkan). Di sisi orang yang akan mendo’akan saudaranya ada malaikat yang bertugas mengaminkan do’anya. Tatkala dia mendo’akan saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka Malaikat tersebut berkata: ‘Aamiin dan Engkau pun mendapatkan apa yang ia dapatkan." (HR Muslim)
Sudah cukup lama ia berdiri di ujung memandangi keindahan taman sambil memegang hati-hati sekantung bibit tanaman yang ia bawa. Bersama kekaguman yang tak dapat ia sembunyikan juga ada keraguan yang terlukis di raut wajahnya. Teringat suatu waktu dia pernah mengatakan pada dirinya sendiri, "Kelak jika bibit cinta dari Rabb ku ini kutumbuhkan, aku ingin ia tumbuh di sebuah taman yang indah". Sebab ia pernah bermimpi tentang taman surga sebelum surga. Yaitu taman di mana ia dapat berlari-lari kecil, menari dengan riang. Saat mulai lelah, ia rebahkan dirinya menatap langit dan angin pun lembut menyapu pipi, asrinya taman memberikan ketrentaman. Hari ini nampaknya ia telah menemukan taman tersebut. Namun ia ragu apakah boleh memasuki taman dan menanamkan bibit cinta yang ia bawa ini.
Alhamdulillah Allah beri kesehatan sehingga dapat beribadah dan beraktivitas dengan lancar.
Alhamdulillah atas kemudahan beribadah, shalat dengan nyaman, tilawah dengan khusyuk, ikut kajian di mana-mana sementara Muslim di belahan bumi lain sedang mendapat cobaan yang mendera 😭, terkhusus saat ini saudara kita muslim Rohingnya.
Alhamdulillah lingkungan dan suasana kantor masih kondusif. Jadwal ibadah yaumiyah bisa tepat waktu, capai target, bisa rutinkan sunnah, insyaAllah.
Alhamdulillah #moveonproject udah mulai jalan walau progressnya sedikit-sedikit hehe. Gapapa ya, yang jelas udah usaha. Mungkin kata Allah masih belum greget nih usahanya :D. Mungkin juga kata Allah berhasilnya itu belum hari ini. Alhamdulillah 'ala kulli hal. Jangan lupa bersyukur juga karena Allah udah ngasih clue waktu itu sehingga bisa dalam kondisi yang sekarang ini :). Allah tuh paling baik banget.
Alhamdulillah Allah mudahkan bisa bantu keluarga, orang terdekat sampai orang jauh.
Alhamdulillah setelah dievaluasi secara keseluruhan ternyata targetan-targetan untuk bulan ini yang di list hampir 75%an udah terlaksana. Tinggal konsisten sama target yang daily dan weeklynya. Wah.. Barakallah ya.
Alhamdulillah walau sedih karena Gamo, kucing kesayangan tiba-tiba menghilang 😭, tapi Allah datangkan kucing baru. Namanya Kara, dinamain Kara sama Mama karena sebatang Kara (*kenapa bukan Hachi, *Hachi anak yang sebatang Kara pergi mencari ibunya. Di malam yang sangat dingin~ eh jadi nyanyi hehe*). Kara ini juga disayang sama Mama dan Ayah, jadi lumayan buat hiburan mereka hehe. Walaupun ada rasa kehilangan mendalam sama si Gamo *soalnya dia kucing yang rajin ikutan bangun malam, bahkan kadang ngebangunin :" *, tapi dia kan makhluk Allah juga yang udah terjamin hidupNya, jadi pasti dia baik-baik aja.
Alhamdulillah sempet nge-Bandung. Udah kangen sama DT dari tahun lalu. Akhirnya berkesempatan ikutan wisata hikmah dan datang ke kajian Teh Ninih. Ternyata pas kajian materinya membahas tema yang emang dibutuhkan TT. 'Hamba padaMu Rabbi' banget deh pokoknya :". Eh terus rezeki diundang ke rumahnya Teh Ninih, kenalan, icip-icip jamuan dan beliau sharing sedikit mengenai bakti ke orang tua, muslimah kuat, menyibukkan diri dengan Allah dan perihal jodoh juga lho 😍. Dari perjalanan waktu itu jadi nambah kenalan baru saudari seiman. Alhamdulillah, semoga hikmah terus dapat digali meski perjalanan telah usai.
Alhamdulillah udah mulai nyelesain beberapa kelasnya ustadz Cahyadi dan Istri. Meski nyicil dikit-dikit setiap bakda pulang kerja. Alhamdulillah asal tekad kuat Allah mudahkan aja belajarnya. Meski ngantuk-ngantuk. Ah lagian bukannya mengantuk itu hal yang tidak disuka ya?, sabar ya, lawan!.
Alhamdulillah di sela-sela waktu, kesempatan buat baca buku setiap hari masih jalan terus. Lebih nyuri-nyuri sekarang, di kereta doang bisanya huhu. Iya, biar aku saja yang jadi pencuri waktunya, daripada waktu aku yang dicuri lalu tanpa sadar #tautautua. Qadarullah buku yang lagi dibaca asa pas banget, bikin cengeng, jadi ingat Allah. Aku tanpaMu itu suatu ketiadaan ya Allah. Pokoknya bukunya banyak-banyak ngingetin diri ini banget. Tuh kan, Allah baik kan.
Alhamdulillah nge-supervisi chapter buat project di kantor lumayan lancar :D, sempet stuck soalnya. Semangat buat melakukan dengan lebih baik lagi biar tim juga semangat. Gapapa sedikit-sedikit yang penting learning process-nya ya.
Alhamdulillah tahun ini kembali Allah mudahkan usaha meneladani Nabi Ibrahim. Selain berqurban juga berkorban. Berkorban perasaan buat Allah 😶 alhamdulillah. Kalau kata Sarah "Apakah ini perintah Allah, jika ya maka Allah tidak akan menyia-nyiakan hambaNya". Dan kalimat iman itu gak serta merta membuat keajaiban terjadi. Sarah lari-lari tujuh kali Shafa-Marwah terlebih dahulu. Nah yakin aja sama Allah.
Alhamdulillah waktu itu meski jadinya sendiri tapi Allah mudahkan langkahnya untuk nyempetin dateng jalasah ruhiyah yang diisi oleh ustadzah Erika. Alokasi waktu untuk materinya mungkin sekitar 1,5 jam, tapi ada keterlambatan sehingga materi baru mulai setengah jam menjelang maghrib. Tapi meski cuma setengah jam, ilmunya udah banyak banget yang harus ditampung. MasyaAllah ya, berkah ustadzah.
Alhamdulillah waktu kontrol gigi dokter bilang perkembangannya bagus padahal baru aktivasi pertama.
Alhamdulillah, saat lagi banyak pressure, tapi kalau dilapang-lapangin, pressurenya gak terlalu berasa banget. Ingat, p = F/A, A nya dilapangin aja :D. Jadi karena load kerja lagi banyak, Allah mudahkan usaha melatih diri, bermujahadah buat terus istighfar, bilang ke diri sendiri 'sabar ya sabar' terus senyum. Simsalabim ini bekerja banget. At least muka ini gak gampang ketekuk ehehe.
Alhamdulillah nge-review hasil tes kandidat-kandidat yang mau ngelamar di divisi berarti harus ngealokasikan waktu tambahan. Hikmahnya jadi bisa belajar lagi. Belajar baca codingan orang, codingan yang mungkin udah lupa-lupa, refresh lagi, belajar sabar kalau ada yang gak nyiapin script sesuai instruksi sehingga harus copas-copasin jawaban satu-satu :"D, gapapa tapi kan dapet pelajaran sabar.
Alhamdulillah di LTQ bisa kembali dalam halaqah seorang ustadzah yang saya paling favoritkan *semua saya cintai, tapi ustadzah ini yang paling, ndapapa kan punya favorit*. Satu catatan berkesan di salah satu pertemuan pada bulan ini adalah kata-kata beliau kurang lebih begini: "kita disini sama-sama masih berusaha sebaik mungkin agar bacaan kita mendekati bacaan Rasulullah", tesss...tak terasa menitik air di sudut mata karena jadi ngebayangin Rasulullah saat membacakan Al Quran kepada para sahabat. Allahumma sholli 'ala Muhammad.
Alhamdulillah punya sahabat-sahabat shalihah yang melalui mereka penjagaan Allah sampai pada saya. Ada yang curhat sehingga ketika saya bermaksud menanggapi dengan sebuah nasihat maka sebenarnya saya sedang nasihati diri sendiri. Ada yang ketika saya cerita ke sahabat saya terus saya dikirimi rekaman kajian cuma beberapa menit, didengerin pas di kereta, tapi berasa, ya Allah... jauh, saya masih jauh :"(
Alhamdulillah akhirnya berkesempatan bertemu dengan adik-adik calon mentor di sekolah. Alhamdulillah Allah gerakkan hati mereka untuk kembali ke sekolah. Semoga ini jadi semangat buat kami semua.
Alhamdulillah adek saya yang cowok udah makin berubah jadi pribadi lebih baik lagi. Sekarang udah rajin datang ke LTQnya, udah berusaha agar 5 waktu gak ketinggalan berjamaah di masjid terutama shubuh Efeknya apa? dia sekarang gak segalak, setambeng dan sengajak-ribut dulu hehehe. Rajin shaum sunnahnya juga :'). Ya Allah, terimakasih ya Allah.
Alhamdulillah ya Allah, betapa yang tertulis ini gak akan sama sekali mewakili nikmatmu yang tiada batas dan tak mampu dihitung oleh hamba-Mu *meski saya anak matematika*. Menghitung-hitung nikmat ini semoga jadi pengingat diri untuk terus bersyukur. Sebab tidak ada yang lebih menakutkan dari azabMu ya Allah akibat tidak bersyukurnya diri ini.
”Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku),maka pasti azab-Ku sangat berat.”(QS.ibrahim [14]: 7)
Lina, dalam surat Al-Asr, Allah menyebutkan bahwa manusia dalam kerugian jika waktu di dunia terisi dengan selain empat hal ini:
Beriman,
Beramal shalih,
Menasihati dalam kebenaran,
Menasihati dalam kesabaran.
Selain empat hal tersebut, berhati-hatilah terhadap hisabnya di akhirat kelak. Selain empat hal itu, merugilah dirimu 😢. Jangan pernah tertipu dengan diri sendiri, Lina. Jangan pernah merasa sudah cukup dalam beramal. Jangan pernah berhenti mencurigai diri sendiri. Bukankah kau dapati dirimu tak pernah lolos dalam evaluasi harianmu. Bukankah dari waktu shalat ke shalat berikutnya selalu ada hal yang kau sesali. Bukankah kau menyesali berkurangnya waktu tapi tak bertambah amal baik mu?. Kumohon Lina, jangan berhenti memohon ampun pada Allah dari bahkan sekecil khilaf yang tidak kau sadari. Jangan berhenti meminta agar Allah selalu menuntunmu. Curigailah pada jatah waktu yang terus berkurang, adakah ia menjadi pertambahan amal baik mu ataukah ia hanya berupa pertambahan rugi?.
Di akhir zaman ini kamu tahu kan semakin banyaknya fitnah merajalela menjadikan wanita korban dengan jumlah jauh lebih banyak daripada kaum laki-laki. Dalam sebuah hadist shahih, Nabi sudah menyampaikan bahwa "Diantara tanda-tanda kiamat adalah banyaknya fitnah". Tahukah kamu fitnah tersebut menyebar dalam dua cara. Pertama fitnah melalui benda-benda berwujud sehingga manusia tertarik pada yang terlihat. Lihatlah fenomena betapa banyak orang yang berlomba-lomba memburu sesuatu berwujud seperti uang, mobil, rumah dll. Andaikata dalam sebuah majelis ilmu disampaikan bahwa bagi yang menghadirinya akan mendapatkan uang atau hadiah jutaan rupiah maka dapat dipastikan yang hadir akan jauh lebih banyak dari biasanya. Namun ketika hanya dimotivasi dengan pahala yang banyak maka banyak pula yang akan berpikir dua tiga kali untuk melangkahkan kakinya ke majelis ilmu. Mengapa? Karena orang-orang tertarik kepada yang terlihat sedangkan pahala adalah sesuatu yang tidak terlihat. Kemudian jangan tanya lagi tentang banyaknya kasus kriminal yang berawal dari masalah benda ini, banyak bukan? :'(. Jagalah dirimu dari kecenderungan pada dunia dan isinya.
Fitnah kedua adalah kaum wanita. Sekarang lihat kaummu kini tak sedikit yang dijadikan sarana pelampiasan hawa nafsu. Pernah terfikirkan mengapa wanita berdampingan dengan mobil? Bisa cari korelasinya antara kecantikan, keseksian model wanita dengan penjualan mobil?. Faktanya kini wanita dijadikan *maaf* barang dagangan. Maka perjuangan muslimah, termasuk kamu saat ini adalah perjuangan besar untuk mengimbangi fitnah akhir zaman. Agar ia jangan sampai terlalu parah, terlalu vulgar sehingga generasi anak-anak mu kelak hancur. Jangan sampai zaman ini didominasi oleh orang-orang yang berbuat fitnah. Jagalah dirimu dan muslimah sekelilingmu. Wanita dan auratnya. Bayangkan ada dua makanan, satu terletak dalam etalase yang tertutup rapih tidak ada lalat yang bisa masuk, yang satu terbuka sepanjang hari tiap jam lalat menumpuk disitu juga debu-debu yang terbawa angin menyapa makanan tersebut. Kamu pilih mana?. Tertutup bukan? karena fitrah manusia memilih sesuatu yang baik, makanan tertutup, menyukai yang tertutup. Tapi dear.. ujian takkan berhenti sampai disini. Kamu tahu banyak pemuda sekarang yang mungkin sudah muak dengan aurat yang terus diumbar-umbar sehingga tak lagi merasa bahwa ia suatu godaan yang berat namun justru tak tahan dengan kejelitaan seorang akhwat yang berpakaian rapih tertutup?. Sehingga jangan kaget saat ini kita banyak melihat seorang muslimah dengan pakaian yang sudah tertutup di social media di-follow oleh para ikhwan yang *katanya* ngaji *ikhwan juga manusia* dan di waktu luang ia bebas mencuci matanya memandangi foto sang akhwat jelita. Haduuuuh. Jadi jagalah dirimu dari pandangan-pandangan khianat.
Lalu pemuda sekarang juga tak sedikit yang mudah terjangkit penyakit galau, malas, tidak percaya diri serta penuh ragu. Maka perhatikan kebiasaanmu, ubahlah kebisaan burukmu. Untuk dirimu yang selalu menchallenge diri demi menemukan minimal sekecil-kecilnya perubahan baik dari dirimu, jangan lemah!. "Jangan lelah hingga kelelahan itu lelah mengikutimu" (KH. Rahmat Abdullah). Jadilah tangguh karena engkau bersama Allah. Janganlah mudah galau karena engkau bersama Allah.
Jeda menurutku bagai spasi antar kata, ia dibutuhkan untuk mengindahkan serta memudahkan terbacanya apa yang ditulis. Jeda diperlukan sesekali agar dapat merasakan nikmatnya berjuang dengan energi baru. Jeda seperti waktu untuk menarik napas mempersiapkan ancang-ancang. Mengambil jeda sedikit sebelum bersiap berlari atau lompat dapat memperbesar kemungkinan terlampauinya jarak yang lebih jauh. Jeda dari hiruk pikuk dunia, berduaan dengan Rabb yang Maha awal dan Maha Akhir untuk mengatur ulang fokus karena bisingnya mungkin sempat mengacaukan konsentrasi. Jeda untuk memeriksa kelurusan niat yang bisa jadi sudah berbelok jauh dari arah dan tujuan semula adalah sikap yang bijak. Dalam waktu jeda yang digunakan untuk bertafakur, ia kan melembutkan dan menjernihkan hati.