Ar-Rahman : 13 So which of the favors of your Lord would you deny?

Stroke Survivor - 1

September 2014,
Pagi itu, gue (nyobain nulis pake gue XD) yang abis begadang semaleman karena ngerjain ketikkan TA buat dikasih lusanya ke dosen, masih di kamar, lampu kamar masih mati, masih gelap, masih mager-mageran. Beberapa bulan di penghujung 2014 daily life gue emang rada gak normal. Bukan perihal jam tidur yang cuman 3-4 jam sih masalahnya, biasa itu mah. Masalahnya adalah gue memulai tidur di waktu yang salah, terlampau larut dan menyebabkan pagi yang gak enak. Begitu selama beberapa bulan.

Balik ke cerita pagi itu, tiba-tiba gue denger adek kedua gue teriak-teriak "ayah kenapa? berulang kali". Gue kaget dan sontak gue langsung keluar kamar. Gue lihat ayah gue duduk dilantai, tangannya bergetar, mata natap kemana-mana gak fokus. Saat itu gue ngeliat ayah seperti orang yang lagi keliyengan hebat. Adek gue panik, gue yang tadi masih setengah sadar jadi ikutan panik dan sadar ternyata itu bukan duduk, tapi jatuh terduduk deng. Gue lari ke meja makan ngambilin obat darah tinggi, jantung, dan kawan-kawannya yang emang lagi diminum ayah gue setelah beliau dirawat intensif di JHC hampir sebulan di awal tahun 2014. Ayah gue nyebutin nama obat, tapi disitu gue gak bisa dengar jelas obat apa yang beliau sebut, cuman dengar racauan aja, dan beliau udah mulai gak bisa kontak dengan apa yang gue katakan.

Adek gue telpon mama dan nyamperin om gue kerumahnya. Gue disitu langsung sadar, jangan-jangan tensi bokap gue tinggi lagi saking tingginya gak kuat dan terus beliau jatuh, *kayak sebelumnya nyampe 200 lebih dan gula 300lebih. Mama pulang dari pasar dan langsung nangis-nangis, disitu kayaknya kita mulai engeh deh dengan apa yang terjadi sama ayah, yaitu STROKE. 

Nyokap ngegantiin baju bokap yang udah basah dan gak lama om gue dateng. Langsung kita bopong bokap jalan ke mobil. Oh ya, saat itu bokap gue masih bisa jalan sambil kita papah. Sesaampainya kita di rumah sakit, kita langsung anter ayah ke IGD, bokap langsung dipasang infus, pulse oximetry, tersambung ke monitor EKG dan kawan-kawannya. Kita yang nganter diminta untuk tinggal di luar. Gak lama, adek bokap gue yang lain dan adek nyokap gue dateng. Sekitar sejam bokap gue ditindak, baru dokternya keluar. Dokter pun cerita kalau bokap gue terserang stroke, ketika dokter minta untuk gerakkin bagian tubuh kiri, responya sangat lemah, jadi dokter bilang kalau bokap gue stroke dibagian tubuh kirinya. Setelah gue dibantu om gue urus-urus administrasi, bokap langsung dipindah ke ICCU.

Sehari, dua-hari di ICCU bokap suka tiba-tiba ngamuk, beliau juga kadang hilang kesadaran dan gak tau kalau lagi di rumah sakit. Dokter bilang hal tersebut dikarenakN stroke dan pendarahan di kepala bokap yang menyebabkan kurangnya pasokan oksigen di otak. Setelah 2 hari di ICCU bokap dipindah kesemi iccu. Dan masih sama keadaannya, jadi cuman sebentar aja sadarnya. Yang nakutin itu ketika waktu sore hari, tiba-tiba bokap nanya pasien disebelahnya, yang ibu-ibu udah pindah ya?. whattttt? dari awal sampe sekarang itu disebelah bokap gue gak ada pasiennya. Terus bokap juga suka ngobrol sama yang namanya pak Teguh :(, kalau ada kita bokap suka nanyain pak Teguh mana?. Gue, adek gue dan nyokap mikir jangan-jangan ini temennya bokap. Nanyalah ya kita sama om gue, suruh cariin yang namanya pak Teguh, dan gak ada euy >< (dan ini pas bokap udah sadar sebulan kemudian kita Tanya siapa pak Teguh, bokap gak inget siapa -.-)

Ah iya, karena bokap masih suka ngamuk-ngamuk, bokap dipindah ke ruangan semi ICU lainnya yang khusus buat satu orang. Kenapa?, karena untuk semi ICU yang sebelumnya itu kedatangan satu pasien ibu-ibu. Jadi kasian juga kalau malam-malam random bokap lagi ngamuk dalam tidurnya terus pasien lain keganggu maka dipindahlah bokap gue.


Yang menyedihkan juga adalah ketika kalau bokap lagi sadar, bokap bilang haus dan mau minum. Bokap gak boleh minum :(, karena lagi ada selang dan khawatir jika tersedak cairan akan masuk keparu-paru. Padahal pemakaian selang juga karena adanya cairan di paru-paru.

-bersambung-

Dear..

Teman sehidup sesurgaku (kelak)..Jika Allah mengizinkan kita bertemu maka pertemuan pasti terjadi.Entah esok, lusa, bulan depan atau tahun depan, waktu yang terbaik menurutNYA. Untuk itu aku akan mempersiapkan diriku dengan baik.Aku yakin begitu juga dengan dirimu. Agar kebersamaan kita setelahnya menjadi kebersamaan yang menguatkan, kebersamaan yang melipatgandakan kebaikan serta mendekatkan semakin semakin mendekatkan kita pada Allah.

Desember tanggal 23 tahun 2016 adalah saat dimana aku menuliskan surat ini. Lantas kurang dari 24 jam Allah mengirimkan kabar baik tentang sebuah peluang untuk bertemu denganmu. Lewat murabbiku-lah kabar tersebut kudengar. Ya bertemu dengan dirimu. Namun apakah itu kamu masih menjadi tanda tanya besar di kepalaku.  

Jika ya, rencana Allah terbaik. Jika bukan, pastilah rencana Allah yang terbaik. Hanya saja aku melalui jalan yang agak panjang. Tenang, ini masih bagian dari perjalananku menujumu.

Aku yang masih jauh dari kesempurnaan, aku yang memiliki banyak kekurangan sebagai hamba semoga bertemu denganmu adalah takdir baik bagi kita, bagi agama, dunia dan akhirat kita.


Hadapilah

Hadapilah.. segala tantangan sambutlah hari mu dengan suka cita!!!
Hadapilah.. segala ujian dalam kesulitan pasti ada kemudahan!!!

Hadapilah, Lina :D

Menulislah, biar gak baperan #eh :D

Suatu ketika, lupa kapan, aku menyimak sebuah kajian pranikah. Dalam pembahasan panjang tersebut, pembicaranya sempat menyebutkan ada 4 hal yang dapat dilatih seorang muslimah sebelum ia membina rumah tangga bersama pasangannya *yaiyalah pasangannya XD. Nah 4 hal tersebut itu adalah menulis, mendengar, memijat, dan memasak.

Hmmm.. menarik nih dua pertama yang disebutkan, menulis dan mendengar. Kenapa beliau katakan menulis, kenapa yah?. Apakah karena seorang istri dan ibu yang utamanya berada di rumah bisa berkesempatan beralih profesi lain sebagai penulis kalau dia latihan menulis :D?. Misal kayak aku gitu, yang tadinya bekerja di luar rumah terus kalau udah jadi ibu kan harapannya bisa jadi full time mom, nah bisa nyambi deh tuh jadi penulis *nulis diary tapi yah bisanya :p.

Ternyata engga gitu juga alasannya. Beliau menyebutkan, alasannya karena ternyata menulis membantu wanita dalam mengontrol emosinya. Wanita tuh kan makhluk yang sangat perasa, berkelebihan deh perasaannya, jadi gampang diserang negative feeling, prasangka-prasangka yang iya-iya, eh enggak-enggak. Apalagi kalau menghadapi sosok pria. Ini secara global lho ya, kenyataannya ya ada juga kok wanita yang cuek abis, gak gampang baper..wih saluut. Bahkan perihal menulis ini, itu ustadznya sampai bertanya lho, "Di sini ada akhwat yang suka nulis diary?", kalau ada ikhwannya silakan nikahin XD, *dalam hati saya saya *loh *wq *alay.

Pada saat seseorang meninggi emosinya, emosi tersebut dapat menutup pikiran rasional dan bisa membuat seseorang melakukan hal-hal yang bisa menimbulkan konsekuensi negatif. Dengan menulis bisa membantu wanita mengelola emosinya, misal lagi dilanda negative feeling, wanita dipersilakan curhat dengan menulis. Sebab menulis itu sendiri merupakan kegiatan yang membutuhkan otak depan yang rasional. Harapannya ketika menulis, ganjalan emosi bisa dikeluarkan dan seseorang dapat melakukan perbuatan yang lebih konstruktif, lebih dari sekedar tindakan reaktif akibat emosi yang meninggi. Dengan menulis, kadar emosi dapat dikurangi dan ditransformasikannya menjadi kreativitas.

Jadi bolehlah dicoba bagi wanita untuk berlatih menulis, menulis diary contohnya sebagai media tempat curhat, apalagi kalau kamu belum punya pasangan untuk mendengarkanmu *puk puk. Lagipula ketimbang curhat ke manusia, curhat lah ke Allah, ditambah dengan menulis yang hanya kamu saja yang tau. Menulis sih menulis, tapi bukan nulis curhatan di social media :"D yang membuat semua orang dapat membacanya, masa iyah sih masalah rumah tangga kelak ditulis di status facebook -_-, jadi cukup Allah dan diri kita saja ya yang tahu.

Nah kemudian aku langsung merefleksikannya ke diri aku. Iya aku tuh orangnya perasa sekali :'D, aku cukup suka diam karena aku lebih banyak berkata-kata sendiri di dalam kepala :D #tipetipeagakintrovert. Maka aku suka sekali ketika aku menulis. Dan ketika aku lagi merasa kesal, dipenuhi prasangka tidak baik terhadap sesuatu, kalau aku nulis, prasangka tersebut bisa menghilang, malah terkadang jadinya muncul aha moment yang bikin aku dapat memahami hikmahnya seperti : "oh, iya ya, ini mah perasaan aku saja, mungkin begini sebenarnya" malah jadinya memahami, dan gak jadi kesal :). Tapi ya ini semua masih dilatih dan catatan banget buat diri sendiri biar gak gampang BAPER. Yeaaay sekian :D. Untuk kali ini emang mau cerita singkat tentang menulis ajah dulu ya ^^.



Ketika Mas Gagah Berubah - 1

Mas Gagahku gak seperti mas Gagahnya dik Nadia, yang tampan rupawan. Tapi mas Gagahku adalah mas terbaik sedunia akhirat yang aku punya. Sayangnya mas sama aku ngalahin sayangnya mas Gagah ke dik Nadia deh.
Jadi, mas Gagahku bernama Pratama Aditya Ahmad atau mas Tama. Sedangkan aku Pradia Ananta Ahmad. Mas Tama panggil aku nanta atau adek.
Mas Tama adalah mas yang baik dan terkenal sangat supel. Yang aku ketahui, mas Tama sangat menyayangi aku, adik perempuannya mas Tama satu-satunya. Mas Tama juga tipe orang yang familiy man, penyayang keluarga dia elalu ramah dan ceria dihadapan orang lain. Satu hal yang juga melekat dalam diri mas Tama, mas Tama itu usil dan suka bully abiiis. Hehe. Katanya sih aku juga mirip sama mas Tama. Yang aku sih bisa dibilang bawaan dari kecil karena harus ngeladenin keusilannya mas Tama sama aku.
Usia kami terpaut 8 tahun, cukup jauh. Karenanya aku selalu dianggap bocah kecil yang tak beranjak dewasa -.-. Iya, mas Tama masih suka bawelin aku sama seperti aku masih memakai seragam putih-merah. Kalau pulang telat dikit diomelin, kalau mau main sama temen-temen aja diceramahin. Dia gatau aja, dia lebih sering bikin mama ngelus dada sama kelakuannya , huff. Mas Tama, kalau lewat, kalau pulang kerumah gak akan menyiakan kesempatan buat ngecengin aku, dia mungkin baru bisa berhenti sampe mama udah "nyanyi nyanyi" karena dengar kaduanku meneriaki mas Tama.
((Bersambung))

Curhat Mah

Alhamdulillah, masih inget kalau punya ini blog. Sebenarnya sih 2015 bukannya gak ada tulisan sama sekali, tapi emang aja tulisan tulisannya cuma berujung jadi draft. Gak dipublish, entah mengapa lupa juga hehe.
Beberapa belakangan ini lagi ngunjungin blog orang, iri euy kalau tulisannya bagus apalagi bisa ada value yang dibagi. Bikin termotivasi buat ngebiasain nulis lagi. Yaudah sekarang dicoba dulu aja nulis lagi xD.

Kali ini mau ngobrolin cerita pasca sarjana. Ya, setelah bertahun tahun berkutat  di perkuliahan matematika peminatan komputasi dan skripsi yang sangat penuh perjuangan didalam penyelesaiannya #haseek, terbayar sudah dengan ijazah dan transkrip nilai yang cukup untuk melegakan hati hehe. Karena berhasil ngejar target mepet bangeeet. Alhamdulillah kan ya semoga ilmu ini bermanfaat dunia akhirat aamiin.

Nah karena ceritanya aku gak mau bingung tanpa arah setelah wisuda dilaksanakan, jadilah sebelum wisuda memutuskan interview nyobain internship di sebuah lembaga beasiswa yang dibawahi oleh kementrian (tau deh pasti). Hampir 4 bulan gabung bantu bantu disana, bantu bersih bersih, cleansing data maksudnya lumayan nambah banyak pengalaman berharga. Ada kesempatan duduk bareng dengerin sharing dari ketua Ikatan Dokter Indonesia, ketua PON juga pernah, dekan dekan dari top 9 fakultas kedokteran, sampai sharing sama beberapa awardee beasiswa LN juga pernah *kokgaknyambung.

Berkesempatan ngobrol sama orang orang terkait di kerjaan, berada dilingkungan kerja yang sangat asik karena banyak anak mudanya, ternyata ngebentuk percaya diri aku lebih baik lagi. Lalu berada disana dan berkutat dengan data data terkait awardee juga bikin aku termotivasi buat bilang "aku juga harus dapet kesempatan jadi awardee". Dari sana mulailah aku browsing sekolah mana, persiapan apa aja, dan lainnya. Dan waktu itu aku punya partner yang punya semangat sama, beliau selalu ngingetin rencana mengenai sekolah lagi, ngajakin aku buat ikutan berbagai acara keren. Disitu aku bersyukur banget buat kesempatan yang udah aku dapet.

Sampai akhirnya waktu intern pun  akan segera berakhir, aku mulai mencari dimana ya kira kira tempat aku bisa bermanfaat lagi *gayabet. Semua lowongan (gak semua juga sih) dicobain, lowongan dimana aja yang posisinya adalah data analyst atau data scientist. Kenapa aku mau berada di ranah tersebut karena udah mulai suka sejak terbiasa dengan data dan teman-temannya ketika lagi skripsi.
Tapi kok gak dipanggil panggil yah~, sampe akhirnya dateng ke sebuah website ecommerce yang aku suka karena, karena apa tebak?, karena warnanya maroon dan pink2 gitu *LOL. Jadi website tersebut pernah aku kunjungi pas lagi mau ada tugas membuat website ecommerce di kelas lintas fakultas yang aku ambil, kelas "Perancangan dan Pemograman Web" namanya.

Waktu itu aku nyontek nuansa warnanya hehe. Yaudah balik lagi ke cerita awal, iya aku iseng deh tuh ke website ecommerce ini dan coba liat /careers nya. Setelah liat liat, hmm ternyata menarik, coba deh isi. Tapi baru setengah jalan, gak di save wkwk. Udah ah besok aja pikirku. Terus besoknya lagi juga begitu terus sampe someday akhirnya malem malem, dengan niat sungguh sungguh aku isi lah itu form aplikasi lamarannya.

Waktu itu mikirnya ini kenapa gak ada di linked-in atau jobstreet aja sih biar gak perlu isi form lagi. Tapi yaudah bismillah dicoba aja. Hamdalah. Gak nunggu lama ada email dari recruiternya. Mengikuti proses dan akhirnya sekarang udah jadi ngantor disana :D. Probasi 3 bulan. Yap bagus, bisa belajar banyak dulu. Bener aja, diawalnya terus terang sampe tidur larut terus demi bisa cepet paham about everything yang dipake di kerjaan. Nanya sana sini sampe baper (lebai haha) kok aku oon banget. Berasa yang dipelajari di kampus tuh belum ada apa apanya hiks. Alhamdulillah nya Allh maha baik, 3 bulan ini gak dikasih tumbang. Alhamdulillah dikasih sehat terus. Baru deh hari ini, hari pengumuman probasi aku dinyatakan lulus, aku nya demam :'D. Maka nikmat tuhan manakah yang kamu dustakan, Allah kasih kesempatan aku menggugurkan dosa dari sakit ini. Mungkin ada hak tubuh yang kurang ditunaikan. Tapi aku bersyukur buat kesempatan dan ilmu yang didapet selama masa probasi. Semoga bisa memberikan kontribusi lebih baik lagi. Gitu aja deh, nanti kita cerita lagi :D.