Assalamualaykum blogiieee huuf huf , agak berdebu nih.. udah lama gak mampir :( .
Baru habis selesai sepekan UTS (masih ada satu lagi) tapi setidaknya sudah sedikit bisa napas lega. Soalnya kemarin gak cuman hectic sama belajar aja , tapi sama kegiatan-kegiatan lainnya yang lumayan bikin rada ngosngosan dipekan kemarin. Semoga gak cuma ngos-ngosan yaa blogie, tapi Allah ridha. aamiin
Oleh karena itu setelah cukup normal , mau cerita tentang sedikit hikmah setelah ketemu seseorang yang deket banget sama aku, tapi udah dua pekan gak ketemu karena kesibukan masing- masing.
Jadi dia ini sebut saja S, mahasiswa yang sangat banyak amanah nya , dia seorang organisatoris yang oke sih, dan dia juga seorang akademisi yang sangat bertanggungjawab sama perkuliahannya. Dia memang mahasiswa yang Allah karuniakan kecerdasan dari sejak aku mengenalnya dibangku sekolah menengah pertama. Usut punya usut nih anak yang selama beberapa pekan agak susah dihubungin, dan jarang berkabar ternyata bener- bener lagi ngalamin minggu- minggu yang hectic. Dimana peran amanah nya yang cukup besar menuntut kerja- kerja yang harus selalu siap sedia extra tenaga, waktu pikiran dll eh ditambah juga sama tugas- tugas yang sangat banyak serta UTS .
Cerita menariknya adalah saat sehari sebelum melaksanakan suatu ujian yang berbentuk online, si S punya beberapa kerjaan dari amanahnya yang menuntut fokus, dia coba tunaikan dulu amanahnya lalu beranjak ngerjain tugas kelompok yang deadline hari H ujian itu. Gegara sibuk kerjain tugas, sampai 1 jam sebelum ujian si S masih berkutik sama tugas- tugasnya. Sehingga belum sempat juga mereview materi UTS online tersebut.
Pertolongan pertama yang diberikan Allah adalah sebuah pesan singkat alias jarkom yang nongol di handphonenya S yaitu pemberitahuan bahwa ujian online yang akan dilaksanakan itu bersifat open book, open all . Wah sedikit lega si S merasa beruntung ini suatu kemudahan. Sambil tetap fokus sama tugas kelompok yang mau dikumpulin itu, si S minta tolong sama temen- temennya yang mau fotokopi bahan belajar. Akhirnya difotokopilah itu bahan- bahan supaya bisa diliat-liat saat lagi ujian online berlangsung. Terus mengusahakan tugas, akhirnya terkumpul juga tugas nya tepat 8 menit sebelum batas waktu pengumpulan. Lalu satu jam kemudian ujian online dimulai.
Karena tidak sempat mereview pelajaran sebelum ujian, S agak kesulitan menerjemahkan soal yang dimaksud untuk mencari sebuah solusi. Membutuhkan waktu lama untuk membolak-balik catatan sambil memahami apa yang ditanyakan disoal serta apa jawaban yang tepat. Waktu pun terus berlalu, penunjuk waktu di web tempat ujian berlangsung pun menunjukkan sekitar 17 Menit lagi yang tersisa. Panik, sambil terus memohon pertolongan Allah agar dapat menjawab soal. Tiba- tiba hal ajaib terjadi, saat mensubmit ke soal berikutnya waktu sisa tiba- tiba bertambah sekitar setengah jam. S pun melapor kedosen yang saat itu juga sedang ditempat, "Pak ini kenapa waktu saya tiba- tiba nambah ya pak?". .
"Loh, kamu apain?, Yaudah kerjain aja" Jawab Sang Dosen. S sangat bersyukur pak dosen tidak mempermasalahkan dan tetap mengizinkannya untuk melanjutkan pengisian. Alhasil ia mendapat waktu yang sangat cukup dari Allah untuk menjawab soal ujian dengan tepat.
Subhanallah, inilah pertolongan- pertolongan Allah disaat yang tepat. Teman saya S saya yakini bukan orang yang lalai karena tidak memanfaatkan waktu untuk mereview bahan- bahan dikelas. Hanya saja ia berusaha istiqomah menjalankan amanah dakwah yang memang harus ia selesaikan di waktu yang bersamaan itu. Maka pengorbanan yang ia lakukan penuh konsekuensi.
Jadi teringat imam Hasan Al Banna saat ia pergi ke Kairo untuk pertama kalinya di tahun 1923 dan mendaftar di institut pendidikan tinggi. Ketika itu usianya belum genap 17 tahun. Meski banyak menemui kesulitan, ia berhasil lulus ujian masuk institut ini. Dikisahkan pada malam sebelum ujian berlangsung, ia bermimpi lulus dalam ujian itu. Hal inilah yang menambah kepercayaan dirinya saat mengikuti ujian dan disebutnya sebagai bantuan dari Allah Swt.
Maka sesuai firman Allah di surat Muhammad ayat 7 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ
Jadi, jangan lagi berlebihan dalam khawatir, lawan lah prasangka-prasangka yang hanya membuatmu resah karena menganggap masalah hidupmu besar. Tapi yakinlah ada Allah yang Maha Besar, yang tak pernah membiarkan hambaNYA yang selalu meminta kepadaNYA, Tak pernah membiarkan hambaNYA yang hanya selalu merajuk kepadaNYA, bergantung kepadaNYA, bukan kepada selainNYA. Allah memudahkan ujian kehidupannya, ujian online nya. Semoga ini jadi penguatnya penguat bagi ku, bagi kita, Bahwa pertolongan Allah itu NYATA, Janji ALLAH itu Pasti bagi hambaNYA yang bertaqwa.Sadar atau tak kau sadari :')
Baru habis selesai sepekan UTS (masih ada satu lagi) tapi setidaknya sudah sedikit bisa napas lega. Soalnya kemarin gak cuman hectic sama belajar aja , tapi sama kegiatan-kegiatan lainnya yang lumayan bikin rada ngosngosan dipekan kemarin. Semoga gak cuma ngos-ngosan yaa blogie, tapi Allah ridha. aamiin
Oleh karena itu setelah cukup normal , mau cerita tentang sedikit hikmah setelah ketemu seseorang yang deket banget sama aku, tapi udah dua pekan gak ketemu karena kesibukan masing- masing.
Jadi dia ini sebut saja S, mahasiswa yang sangat banyak amanah nya , dia seorang organisatoris yang oke sih, dan dia juga seorang akademisi yang sangat bertanggungjawab sama perkuliahannya. Dia memang mahasiswa yang Allah karuniakan kecerdasan dari sejak aku mengenalnya dibangku sekolah menengah pertama. Usut punya usut nih anak yang selama beberapa pekan agak susah dihubungin, dan jarang berkabar ternyata bener- bener lagi ngalamin minggu- minggu yang hectic. Dimana peran amanah nya yang cukup besar menuntut kerja- kerja yang harus selalu siap sedia extra tenaga, waktu pikiran dll eh ditambah juga sama tugas- tugas yang sangat banyak serta UTS .
Cerita menariknya adalah saat sehari sebelum melaksanakan suatu ujian yang berbentuk online, si S punya beberapa kerjaan dari amanahnya yang menuntut fokus, dia coba tunaikan dulu amanahnya lalu beranjak ngerjain tugas kelompok yang deadline hari H ujian itu. Gegara sibuk kerjain tugas, sampai 1 jam sebelum ujian si S masih berkutik sama tugas- tugasnya. Sehingga belum sempat juga mereview materi UTS online tersebut.
Pertolongan pertama yang diberikan Allah adalah sebuah pesan singkat alias jarkom yang nongol di handphonenya S yaitu pemberitahuan bahwa ujian online yang akan dilaksanakan itu bersifat open book, open all . Wah sedikit lega si S merasa beruntung ini suatu kemudahan. Sambil tetap fokus sama tugas kelompok yang mau dikumpulin itu, si S minta tolong sama temen- temennya yang mau fotokopi bahan belajar. Akhirnya difotokopilah itu bahan- bahan supaya bisa diliat-liat saat lagi ujian online berlangsung. Terus mengusahakan tugas, akhirnya terkumpul juga tugas nya tepat 8 menit sebelum batas waktu pengumpulan. Lalu satu jam kemudian ujian online dimulai.
Karena tidak sempat mereview pelajaran sebelum ujian, S agak kesulitan menerjemahkan soal yang dimaksud untuk mencari sebuah solusi. Membutuhkan waktu lama untuk membolak-balik catatan sambil memahami apa yang ditanyakan disoal serta apa jawaban yang tepat. Waktu pun terus berlalu, penunjuk waktu di web tempat ujian berlangsung pun menunjukkan sekitar 17 Menit lagi yang tersisa. Panik, sambil terus memohon pertolongan Allah agar dapat menjawab soal. Tiba- tiba hal ajaib terjadi, saat mensubmit ke soal berikutnya waktu sisa tiba- tiba bertambah sekitar setengah jam. S pun melapor kedosen yang saat itu juga sedang ditempat, "Pak ini kenapa waktu saya tiba- tiba nambah ya pak?". .
"Loh, kamu apain?, Yaudah kerjain aja" Jawab Sang Dosen. S sangat bersyukur pak dosen tidak mempermasalahkan dan tetap mengizinkannya untuk melanjutkan pengisian. Alhasil ia mendapat waktu yang sangat cukup dari Allah untuk menjawab soal ujian dengan tepat.
Subhanallah, inilah pertolongan- pertolongan Allah disaat yang tepat. Teman saya S saya yakini bukan orang yang lalai karena tidak memanfaatkan waktu untuk mereview bahan- bahan dikelas. Hanya saja ia berusaha istiqomah menjalankan amanah dakwah yang memang harus ia selesaikan di waktu yang bersamaan itu. Maka pengorbanan yang ia lakukan penuh konsekuensi.
Jadi teringat imam Hasan Al Banna saat ia pergi ke Kairo untuk pertama kalinya di tahun 1923 dan mendaftar di institut pendidikan tinggi. Ketika itu usianya belum genap 17 tahun. Meski banyak menemui kesulitan, ia berhasil lulus ujian masuk institut ini. Dikisahkan pada malam sebelum ujian berlangsung, ia bermimpi lulus dalam ujian itu. Hal inilah yang menambah kepercayaan dirinya saat mengikuti ujian dan disebutnya sebagai bantuan dari Allah Swt.
Maka sesuai firman Allah di surat Muhammad ayat 7 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ
"Hai orang-orang mu'min, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu."
Jadi, jangan lagi berlebihan dalam khawatir, lawan lah prasangka-prasangka yang hanya membuatmu resah karena menganggap masalah hidupmu besar. Tapi yakinlah ada Allah yang Maha Besar, yang tak pernah membiarkan hambaNYA yang selalu meminta kepadaNYA, Tak pernah membiarkan hambaNYA yang hanya selalu merajuk kepadaNYA, bergantung kepadaNYA, bukan kepada selainNYA. Allah memudahkan ujian kehidupannya, ujian online nya. Semoga ini jadi penguatnya penguat bagi ku, bagi kita, Bahwa pertolongan Allah itu NYATA, Janji ALLAH itu Pasti bagi hambaNYA yang bertaqwa.Sadar atau tak kau sadari :')




