Pagi itu semangat tak kurasa seperti biasanya. Itu karena aku dibuat galau lagi soal WAKTU dan PRIORITAS. Yah, aku lagi-lagi dipepet pilihan harus kesekolah atau ke kampus terlebih dahulu. Keduanya penting. Keduanya harus kupenuhi. Memang ke kampus bukan saat harus kuliah, tapi ada amanah yang harus ditunai, tapi hari itu juga jadwal rutinan ku melaksanakan madrasah di sekolah. Ku coba menyelesaikan apa saja yang harus kukerjakan dan meminta temanku membantu dan menggantikan tugas ku ke sekolah sebelum aku menyusul. Aku memilih kekampus terlebih dulu. Faktor waktu mulainya yang lebih awal.
Alhamdulillah, perkiraan waktu dikampus hanya ngaret 1 jam. Setelah menyelesaikan urusan dikampus, aku bergegas ke stasiun. Tujuan jakarta-kota. Jam menunjukkan pukul 4sore, padahal harusnya aku sudah tiba disekolah. Saudari-saudariku sudah menghubungi, menanyakan perihal keberadaanku dimana saat itu. Jam 5 akhirnya tiba juga. Kabar dari saudari- saudariku, acara sudah selesai . #jleb, Ya Rabb, aku merasa bersalah, tapi ku memohon mereka untuk menunggu, aku tetap datang. Mereka pun menyetujui, alhamdulillah.
Aku pun terpaksa harus naik ojek dari stasiun agar cepat sampai. Sadar aku, ternyata naik ojek itu lebih mahal #buatmahasiswa, tidak seperti naik angkot. Tapi apalah arti belasan ribu mendekati 20 puluh ribu untuk menjangkau sekolah lebih cepat. Setiba disekolah, tepatnya halaman masjid sekolah, kulihat tidak banyak sandal, sudah sepi. Jangan- jangan benar teman-teman dan adik-adik sudah pulang kerumah masing-masing. Aku tetap masuk mencari kelantai atas, alhamdulillah masih ada 4 orang saudariku. 1 saudari ku yang seangkatan, Sinta namanya, sahabat yang ku kenal sejak smp-sma-kampus, Allah pertemukan kami ditempat yang sama dan 3 orang lagi adik kelasku di rohis.
Aku pun memohon maaf atas keterlambatan ku dan berbincang-bincang sebentar. Setelah itu adik-adik berpamitan. Aku dan Sinta pun juga memutuskan berjalan pulang , melewati jalan biasa menuju tempat berhentinya angkot. Aku , selama tiga tahun lebih aku setiap harinya berjalan menyusuri jalan itu. Dulu beramai- ramai, bersama saudari- saudariku dari zwolf :) . Sekarang aku lebih sering hanya bersama Sinta saja, itupun tidak setiap hari seperti dulu. Mungkin sekarang hanya dihari ketika aku ke sekolah bersama Sinta.
Yah, selalu sama. Aku merindukan mereka zwolf, sudut- sudut sekolah, dan kegiatan sehari- harinya.
Alhamdulillah, perkiraan waktu dikampus hanya ngaret 1 jam. Setelah menyelesaikan urusan dikampus, aku bergegas ke stasiun. Tujuan jakarta-kota. Jam menunjukkan pukul 4sore, padahal harusnya aku sudah tiba disekolah. Saudari-saudariku sudah menghubungi, menanyakan perihal keberadaanku dimana saat itu. Jam 5 akhirnya tiba juga. Kabar dari saudari- saudariku, acara sudah selesai . #jleb, Ya Rabb, aku merasa bersalah, tapi ku memohon mereka untuk menunggu, aku tetap datang. Mereka pun menyetujui, alhamdulillah.
Aku pun terpaksa harus naik ojek dari stasiun agar cepat sampai. Sadar aku, ternyata naik ojek itu lebih mahal #buatmahasiswa, tidak seperti naik angkot. Tapi apalah arti belasan ribu mendekati 20 puluh ribu untuk menjangkau sekolah lebih cepat. Setiba disekolah, tepatnya halaman masjid sekolah, kulihat tidak banyak sandal, sudah sepi. Jangan- jangan benar teman-teman dan adik-adik sudah pulang kerumah masing-masing. Aku tetap masuk mencari kelantai atas, alhamdulillah masih ada 4 orang saudariku. 1 saudari ku yang seangkatan, Sinta namanya, sahabat yang ku kenal sejak smp-sma-kampus, Allah pertemukan kami ditempat yang sama dan 3 orang lagi adik kelasku di rohis.
Aku pun memohon maaf atas keterlambatan ku dan berbincang-bincang sebentar. Setelah itu adik-adik berpamitan. Aku dan Sinta pun juga memutuskan berjalan pulang , melewati jalan biasa menuju tempat berhentinya angkot. Aku , selama tiga tahun lebih aku setiap harinya berjalan menyusuri jalan itu. Dulu beramai- ramai, bersama saudari- saudariku dari zwolf :) . Sekarang aku lebih sering hanya bersama Sinta saja, itupun tidak setiap hari seperti dulu. Mungkin sekarang hanya dihari ketika aku ke sekolah bersama Sinta.





