Ar-Rahman : 13 So which of the favors of your Lord would you deny?

Tarbiyah Dzatiyah



Assalamu'alaykum wr wb

Bloggerrrrrrrrs, hari ini mau deh bagi ringkasan dari buku berjudul Tarbiyah Dzatiyah karangan Abdullah bin Abdul Aziz Al-Aidan. Buku ini bagus banget buat nambah pemahaman kita tentang proses pembinaan dari diri oleh diri untuk diri sendiri. Masa sih gak penasaran kenapa sosok Abu Bakar radiyallahu anhu  bisa dahsyat banget keimananya, yang kalau imannya ditimbang dengan iman umat secara umum, maka iman milik Abu Bakar masih lebih berat?. Atau kenapa Aisyah yang bagaikan lautan luas dalam kedalaman ilmu dan ketaqwaan begitu cerdas hingga telah menghapal banyak hadits?. Kenapa sosok Umar begitu gagah, pribadi yang berkarakter, hingga syetan saja minder!. Wah masih sangat banyak lagi sosok- sosok yang sukses membina dirinya, mencapat tingkatan atas kualitas diri sebagai pribadi muslim sejati. Pembinaan seperti apa sih?.. 
So let's check it out


Resume buku “Tarbiyah Dzatiyah ” karangan Abdullah bin Abdul Aziz Al- Aidan

Tarbiyah Dzatiyah (pembinaan diri)

Tarbiyah dzatiyah adalah sejumlah sarana tarbiyah (pembinaan), yang diberikan orang Muslim, atau Muslimah, kepada dirinya, untuk membentuk kepribadian islami yang sempurna di seluruh sisinya; ilmiah, iman, akhlak, sosial, dan lain sebagainya, dan naik tinggi ke tingakatan kesempurnaan sebagai manusia. Atau dapat dikatakan tarbiyah dzatiyah adalah pembinaan seseorang terhadap dirinya sendiri.

A.                 Urgensi Tarbiyah Dzatiyah
Tarbiyah dzatiyah merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi setiap Muslim untuk meningkatkan  kualitas keimanan dan keislamannya.  Urgensi dari tarbiyah dzatiyah adalah :

1. Menjaga diri mesti didahulukan daripada menjaga orang lain
Tarbiyah seorang muslim terhadap dirinya merupakan upaya melindunginya dari siksa nerakaNya. "Hai orang-orang yang beriman, jagalah diri dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan  bakarnya adalah manusia dan batu." (QS. At-Tahrim : 6) 
2. Jika kita tidak mentarbiyah diri sendiri, Siapa yang mentarbiyah kita?
Waktu terus bergulir, manusia yang tidak mentarbiyah dirinya sendiri akan kehilangan waktu-waktu  ketaatan dan momen-momen kebaikan, dia juga gagal mengetahui kelemahan dan kekurangan dirinya sehingga saat ajal menjemputnya tak sempat memperbaiki diri.
“Ingatlah hari Allah mengumpulkan  kalian  pada hari pengumpulan.” (At-Taghabun : 9)
3. Hisab kelak bersifat Individual
      Setiap manusia akan dimintai pertanggungjawaban atas dirinya masing- masing
“Dan setiap mereka datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri.” (Maryam : 95)
4. Tarbiyah Dzatiyah itu lebih mampu mengadakan perubahan.
      Dengan membina diri sendiri akan lebih mudah bagi seseorang untuk melakukan suatu perubahan. Sebab dirinya sendiri lah yang mengetahui segala kelebihan dan kekurangan. Sehingga ketika adanya hal yang harus dirubah, dia lebih mampu mengendalikan.
5. Tarbiyah Dzatiyah adalah sarana tsabat/tegar dan istiqomah
      Dewasa ini semakin beragam fitnah yang dihadapi setiap muslim. Tarbiyah dzatiyah garis ialah pertahanan terdepan agar manusia tidak terkena fitnah tersebut dan tetap istiqomah.
6. Sarana Dakwah yang paling kuat
      Cara yang paling efektif untuk mendakwahi orang lain dan mendapatkan respon mereka ialah dengan menjadi qudwah (panutan) yang baik dan teladan istimewa, di aspek iman, ilmu, dan akhlaknya. Qudwah tinggi dan pengaruh kuat tersebut tidak dapat dibentuk oleh sekian khutbah dan ceramah saja. Namun, dibentuk oleh tarbiyah dzatiyah yang benar. 
7. Cara yang benar dalam memperbaiki realita yang ada
      Agar dapat membantu memperbaiki keadaan umat muslim saat ini dimulai dengan tarbiyah dzatiyah, yang dilakukan setiap orang terhadap dirinya, dengan maksimal, syumul (universal), dan seimbang. Sebab, jika setiap individu baik, baik pula keluarga, lalu masyarakat menjadi baik. Begitulah, akhirnya pada akhirnya realitas umat menjadi baik secara total, sedikit demi sedikit. 
8. Keistimewaan Tarbiyah Dzatiyah adalah mudah diaplikasikan, sarana-sarananya banyak, dan ada terus pada orang muslim setiap waktu.

B.                 Sebab-sebab ketidakpedulian kepada tarbiyah dzatiyah
Kendati begitu pentingnya tarbiyah dzatiyah, namun kenyataannya terdapat sebagian besar muslim yang masih kurang peduli terhadap pembinaan pada dirinya sendiri. Hal ini disebabkan oleh

1. Minimnya ilmu dan kurangnya pengetahuan tentang islam itu sendiri, Al- Qur’an dan Sunnah.
2. Ketidakjelasan sasaran dan tujuan hidup, tidak memahami hakikatnya hidup di dunia.
3. Lengket dan cinta dengan dunia.
4. Pemahaman yang salah tentang tarbiyah.
5. Minimnya dasar tarbiyah, lingkungan yang tidak membawa pengaruh baik dan tidak kondusif.
6. Langkanya murabbi (pembina). Seseorang dalam hidupnya sangat membutuhkan taujih (pengarahan), tarbiyah, dan pengajaran, sejak masa kecilnya hingga ia dewasa dan tua, serta hingga ia meninggal dunia.
7. Perasaan akan panjang angan-angan
     Merasa bahwa umur masih panjang, dan masih banyak waktu yang tersedia untuk melakukan tarbiyah diri pada waktu yang tidak sibuk lagi sehingga menyebabkan ketidakpedulian akan tarbiyah dzatiyah.

C.                 Sarana-sarana Tarbiyah Dzatiyah
Banyak jalan- jalan yang tersedia untuk memudahkan kita membina diri kita sendiri. Adapun sarana sarana tarbiyah dzatiyah adalah

Sarana pertama : Muhasabah

Seorang muslim yang baik adalah yang bermusahabah secara rutin, mengevaluasi kebaikan dan keburukan yang telah dikerjakan.

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat).” (Al-Hasyr: 18)

Urgensi Muhasabah Rutin :
Ibnu Al-Qayyim rahimahullah berkata menjelaskan salah satu kiat muhasabah,
"Hal yang paling bermanfaat bagi orang ialah ia duduk sesaat ketika hendak tidur. Ia lakukan muhasabah terhadap dirinya pada saat tersebut atas kerugian dan keuntungannya pada hari itu. Lalu, ia memperbaharui taubatnya dengan nasuhah kepada Allah, lantas tidur dalam keadaan bertaubat dan bertekad tidak mengerjakan dosa yang sama jika ia telah bangun. Itu ia kerjakan setiap malam. Jika ia meninggal pada malam tersebut, ia meninggal dalam keadaan taubat. Jika ia bangun, ia bangun dalam keadaan siap beramal, senang ajalnya ditunda, dan siap mengerjakan perbuatan-perbuatan yang belum ia kerjakan."

Jenis Muhasabah ada dua yaitu muhasabah sebelum berbuat dan setelah berbuat
Muhasabah setelah berbuat terbagi atas tiga yaitu :

§   muhasabah diri atas ketaatan kepada Allah ta’ala yang ia lalaikan. Artinya ia tidak mengerjakannnya sebagaimana mestinya.
§   muhasabah diri atas perbuatan yang lebih baik tidak ia kerjakan daripada ia kerjakan.
§   muhasabah diri atas hal-hal mubah dan wajar.
Muhasabah atas waktu
“Pada hari kiamat, kedua kaki seorang hamba tidak dapat bergerak, hingga ia ditanya tentang empat hal. Tentang umurnya, untuk apa ia gunakan, masa mudanya, untuk apa ia habiskan; tentang hartanya, darimana ia memperolehnya dan ia belanjakan di hal-hal apa saja; dan tentang apa saja diantara ilmunya yang telah ia amalkan.” (At-Tirmidzi)

Sarana kedua : Taubat dari segala dosa

Setelah melakukan muhasabah, maka selanjutnya dilakukan pembersihan atau penyucian diri dari dosa-dosa dengan cara bertaubat. Segera bertaubat dari segala dosa itu wajib secepatnya dilakukan dan tidak boleh ditunda. Jika taubat ditunda, pelakunya bermaksiat kepada Allah akibat penundaan taubatnya. Seorang hamba selalu berada di atas nikmat Allah yang perlu ia syukuri dan dosa yang harus diistigfari. “Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang sebenarnya.” (At-Tahrim : 8)

Hal- hal yang harus diingat ketika bertaubat adalah
v  Hakikat dosa
Dosa pada hakikatnya adalah tidak mengerjakan kewajiban-kewajiban syar'i, atau melalaikannya, dalam bentuk tidak mengerjakannya dengan semestinya. 
v  Syarat Bertaubat
Taubat nasuhah (hakiki) ialah taubat jujur dan serius, yang menghapus kesalahan- kesalahan sebelumnya dan melindungi pelakunya dari dosa-dosa sebelumnya.
v  Memahami semua dosa itu kesalahan, besar atau kecilnya

v  Hukuman di dunia
Dosa, yang pelakunya tidak bertaubat darinya, punya hukuman segera di dunia, sebelum di akhirat, kendati kadang kejadiannya agak tertunda. Dari sinilah, kecerdasan akal orang muslim ketika ia banyak bertaubat dan beristighfar di setiap waktu dan kondisi, dengan harapan Allah mengampuninya di dunia dan tidak menghukumnya di akhirat
Sarana ketiga : Mencari ilmu dan memperluas wawasan

Mencari ilmu itu wajib dan ilmu itu menyembuhkan hati yang sakit. Yang paling penting bagi seseorang ialah ia tahu agamanya. Sebab mengetahui dan mengamalkannya itu jalan masuk surga. Mencari ilmu adalah sarana penting tarbiyah dzatiyah yang benar. Dibutuhkan keikhlasan dan ketekunan dalam mencari ilmu.
Terdapat cara yang sangat banyak dalam mencari ilmu, antara lain menghadiri pertemuan-pertemuan yang mengkaji ilmu ilmiah dan tarbiyah, membaca buku, mengunjungi ulama, pemikir, peneliti, mendengar kaset ilmiah dan ceramah, dan lain sebagainya. Yang perlu diperhatikan dalam mencari ilmu antara lain, ikhlas dalam mencari ilmu, rajin dan meningkatkan pengetahuan, menerapkan ilmu yang didapatkan, dan tunaikan hak ilmu dengan berdakwah kepada orang lain. 

Sarana keempat : Mengerjakan amalan-amalan iman

Amalan – amalan iman yaitu
1. Mengerjakan ibadah-ibadah wajib seoptimal mungkin.
2. Meningkatkan porsi ibadah-ibadah sunnah.
3. Peduli dengan ibadah dzikir.
·         Urgensi shalat lima waktu, muslim hendaknya tetap konsisten mengerjakan shalat lima waktu dan serius menunaikannya secara berjama'ah di masjid, sesuai dengan rukun-rukun, kewajiban, dan sunnahnya pada waktunya sembari menjauhi kesalahan yang biasa dilakukan. 
·         Antara ibadah dan adat istiadat, menjadikan ibadah tidak sekedar rutinitas fisik tanpa ruh, hendaknya dilaksanakan dengan sepenuh hati dan jiwa kita.
·         Tak lupa Dzikir kepada Allah
·         Ilmu pengetahuan saja tidak cukup tanpa amalannya
·         Memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin
·         Tawazun (seimbang) dalam melaksanakan ibadah. Tidak menelantarkan suatu ibadah karena ibadah yang lain.
Sarana kelima : Memperhatikan aspek akhlak

Islam sangat peduli dengan aspek akhlak yang baik .
Allah Ta’ala berfirman : “Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (Ali Imran: 148)
Tarbiyah dzatiyah dalam aspek akhlak ialah

1. Memiliki kesabaran
2. Membersihkan hati dari akhlak tercela
3. Meningkatkan kualitas akhlak
4. Bergaul dengan orang-orang yang berakhlak mulia.
5. Memperhatikan etika-etika umum.

Sarana keenam : terlibat dalam aktivitas dakwah

1. Merasakan kewajiban berdakwah
2. Menggunakan setiap kesempatan untuk berdakwah
3. Terus menerus dan tidak berhenti di tengah jalan. Istiqomah.
4. Meyakini pintu-pintu dakwah itu banyak sehingga dakwah kita lebih luas
5. Kerjasama dengan pihak lain atau beramal jama’i

Sarana ketujuh : Mujahadah (Jihad)
1. sabar adalah bekal mujahadah.
2. sumber keinginan
“Dan orang-orang yang berjihad di jalan Kami, Kami pasti tunjukan mereka ke jalan-jalan Kami dan sesungguhnya Allah pasti beserta orang-orang yang berbuat baik.” (Al-Ankabut : 69)
3. bertahap dalam melakukan mujahadah
“siapa mendekat kepadaku sejengkal, aku mendekat kepadanya sedepa. Siapa mendekat kepadaKu sedepa, aku mendekat kepadanya selengan. Siapa mendekat kepadaku dengan berjalan, Aku datang kepadanya dengan berlari-lari kecil. (Bukhari Muslim)
4. Jadilah Anda orang yang tidak lalai

Sarana kedelapan : Berdoa dengan jujur kepada Allah ta’ala

Doa adalah permintaan seorang hamba kepada Allah, pengakuan ketidakberdayaan dan kemiskinan dirinya, pernyataan tidak punya daya dan kekuatan, serta penegasan tentang daya, kekuatan, kodrat, dan nikmat Allah. Rasulullah saw bersabda : "Iman pasti lusuh di hati salah seorang dari kalian, sebagaimana pakaian itu lusuh. Karena itu, mintalah Allah memperbaharui iman di hati kalian." (diriwayatkan Ath-Thabrani dan sanadnya hasan).

Arahan-arahan dalam berdoa adalah memperhatikan kebutuhan kita kepada doa, waktu- waktu dan tempat terijabahnya doa, mengetahui syarat- syarat agar dikabulkannya doa seperti makan makanan yang halal, yakin bahwa Allah pasti mendengar doa dan menjawab dengan kehendakNya.

D.                Buah Tarbiyah Dzatiyah
1. Mendapatkan keridhaan Allah Ta’ala dan surgaNya
“Sesungguhnya orang-orang beriman dan beramal shaleh, bagi mereka adakah surga Firdaus menjadi tempat tinggal.” (Al-Kahfi: 107)

2. Bahagia dan tenteram
“Siapa mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan, dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya pasti kami berikan kepadanya kehidupan yang baik.” (An-Nahl: 97)

3. Dicintai dan diterima Allah
“HambaKu senantiasa mendekat kepadaKu dengan melakukan ibadah-ibadah sunah, hingga aku mencintainya.”
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dab beramal shalih, kelak Allah yang Maha Pemurah menanamkan kepada mereka rasa kasih sayang.” (Maryam: 96)

4. Sukses

5. Terjaga dari keburukan dan hal-hal tidak mengenakkan
“Sesungguhnya Allah membela orang-orang beriman.” (Al-Hajj : 38)

6. Keberkahan waktu dan harta

7. Sabar atas penderitaan dan semua kondisi

8. Jiwa merasa aman
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan ‘Tuhan kami ialah Allah’, kemudian mereka istiqomah, maka tidak ada kekhawatiran pada mereka dan mereka tidak berduka cita.” (Al-Ahqaf: 13)

Sumber : Buku Tarbiyah Dzatiyah (Edisi Indonesia dari judul At Tarbiyah Adz- Dzatiyah Ma’alim wa Taujihat)  karangan Abdullah bin Abdul Aziz Al-Aidan terbitan An-Nadwah (2010)

Sekian untuk ringkasannya. Moga bermanfaat :)
Wassalamu'alaykum wr wb




#Tangga

Sabar..saat diuji
Diuji tanda Allah sayang
Diuji tanda mau naik tingkat
Diuji tanda sudah seharusnya lebih tau
Diuji tanda peningkatan kualitas diri
Diuji tanda pertanggung jawaban atas waktu
Diuji tanda dipercaya

Diuji tanda sedang diingatkan
sudah lebih baik?
sudah lebih mampu?
sudah lebih giat?
sudah lebih paham?
sudah lebih baik?
dari sebelumnya

Terkadang KOMPLEKS memang, butuh pandai dan peka
tepat dan hap dalam mengANALISIS persoalan yang diuji dalam hidup diri.

Ah
Susah kalau malas
Susah kalau gak semangat
Susah kalau gak ikhlas
Susah kalau setengah hati
Susah kalau gak punya tekad sekokoh batu karang
Susah kalau loyo

Apalagi, susah kalau gak Lillah
Harus Kuat Sabar Mikir Enjoy Percaya Ikhlas Semangat Tegar Kreatif Cakap Yakin
Lillahi ta'ala :)
Ayo kuatkan azzam tuk jadi lebih baik, Lina ^^

Hujan Rindu

-Hujan..| Kau ingatkan aku tentang satu rindu | Dimasa yang lalu | Saat mimpi masih indah bersamamu -

Lagu sendu berjudul satu rindu jadi teman setia ku di sore hujan kali ini. Ya.., lagi- lagi tentang hujan dan rindu yang sering aku kaitkan. Seakan tiap tetes airnya menjatuhkan memori ku yang tersimpan dilapisan luar maupun lapisan terdalam ruang ingatanku ini. Jatuh, lalu terpelanting.. Memancarkan gambaran- gambaran yang bisa ku lihat. Yang aku rindu.

Rindu apa jua siapa saja. Banyak. Rindu orang- orang terkasihku, mama ayah adik-adik, saudara saudariku, teman, keluarga, ibuk juga inyik (sebutan tuk kakek dan nenekku) dan banyak lagi wajah- wajah yang terlintas saat hujan. Beserta doa yang terucap.

Aku juga rindu main hujan saat kanak- kanak dulu. Rindu waktu bagi rapot smp. Rindu semangat belajar dikelas dulu. Rindu masa-masa dikelas. Dan banyaak rindu lainnya sebanyak volume air yang turun hari ini.

Ya Allah. Aku juga merindukan seseorang yang sangat dekat dengan ku. Sangat-sangat merindukannya, sangat telah lama merasakan kehilangannya. Merindukan semangat-semangatnya yang menghiasi hidupku. Merindukan mimpinya yang meletupkan hidupku. Merindukan energi-energi positifnya yang memenuhi ruangku. Merindukan nasihatnya yang melembut sekaligus.menampar saat salahku. Merindukan kerasmau nya saat lemah ku berbuat, bergerak bangkit.

Aku merindukan dia. Dia adalah aku dulu. Aku ingin lebih baik dari diriku kini.

Duabelas Ku

Ukhuwah itu saat ada aku, kamu, kalian jadi kita.
Saat ada berbagai karakter, ego, keunikan masing-masing, keinginan masing-masing, tapi Allah satukan hati-hati kita hingga kita saling bersaudara, saling berendah lagi memahami, salin percayai, saling berlemah lembut, saling mencintai dan mengasihi.

Pernah mengenal zwolf ialah anugerah Allah bagiku. Dan pengalaman yang tak terlupakan menurutku adalah saat kita sendiri menyadari kekitaan kita, ke-duabelasan kita, setelah kita melewati berbagai kondisi, juga saat kita mencharge ruhiyah bersama-sama, merindukan kebaikan bersama-sama. itu buah paling manis dari ukhuwah. 

Stadium Generale 121112 - Urgensi Dakwah

"Life is a place of worship”

Hidup adalah tempat pengabdian. Beribadah di muka bumi ini termasuk bentuk pengabdian kita . Pengabdian pada Sang Maha Kuasa.Berbicara tentang pengabdian, maka kita berbicara juga tentang kehambaan. Ketika ada yang mengabdi pasti ada yang diabdi. Misal saja seseorang yang bekerja pada orang lain, dia akan melakukan pekerjaan itu karena bentuk pengabdian nya pada tuannya, yang diabdi. Manusia di bumi ini diciptakan untuk beribadah, pengabdian 100% kita ialah pada Allah SWT. Dalam pengabdian, penghambaan kita pada Allah menuntut kesungguhan yang optimalisasi mengikut setelahnya.Optimalisasi dalam beribadah.

Ketika Muhammad Salallahu alaihi wassalam, diberi tahu sebagai “Rasululullah” , ini merupakan ‘beban’ yang diterima pada puncak pengabdiannya. Lalu Rasulullah berdakwah dengan kesungguhan yang melejit, mengoptimalkan segala kemampuannya dlm menyampaikan yang haq. Seluruh aktivitasnya adalah ibadah.

Lalu kita, sudahkah seluruh aktivitas kita bernilai ibadah?. Sebab beribadahlah yang menjadi bentuk pengabdian kita pada Allah. Rasulullah pernah mengatakan bahwa syetan itu ketika manusia hendak melakukan sesuatu , syetan mengawasi, apakah hamba itu mengawali aktivitasnya dengan berdoa?, sebab ketika seseorang tidak mengawali aktivitasnya dengan doa, maka syetan ikut membersamainya dalam aktivitas tersebut, jadilah aktivitasnya bisa tak bernilai ibadah.

Dalam surat Al-An’aam  162-163 Allah berfirman : Katakanlah (Muhammad). ‘’Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang  pertama- pertama berserah diri (muslim)”.

Sebab seluruh aktivitas kita ini akan dipertanggung jawabkan, maka kita dituntut untuk awas akan setiap peran kita di dunia ini. Apakah kita memenuhi peran2  tersebut dengan baik dan dengan cara yang Allah sukai agar ia bernilai ibadah? Maka apapun peran kita ~sebagai hamba Allah, anak, suami, istri, mahasiswa, bagian masyarakat~ adalah amanah dari Allah Subhanahu wa ta’ala, jangan pernah khianati. Tak penuhi hak- hak orang lain atas diri kita, lalai dari kewajiban akan peran kita.

“Wahai orang- orang beriman! Janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui” (Q.S Al- Anfaal:27 )

“Bahwa orang- orang yang berjanji setia kepadamu (Muhammad), sesungguhnya mereka hanya berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah diatas tangan- tangan mereka, maka barang siapa melanggar janji, maka sesunggunya dia melanggar atas (janji) sendiri; dan barang siapa menepati janjinya kepada Allah, maka Dia akan memberinya pahala yang besar” (Q.S Al Fath : 10)

Berbicara amanah, peran kita dibumi, dakwah adalah salah satu bentuknya. Dakwah ialah seruan, ajakan yang menyeluruh kepada kebaikan dan integral. Dakwah merupakan amanah (kewajiban) kita sebagai manusia. Dalam firmanNYA , Allah SWT mengatakan hendaklah ada manusia yang menyeru kepada kebaikan. Dakwah juga bentuk ibadah kita , meninggikan agama Islam di muka bumi ini, menyerukannya kepada saudara- saudari , teman, kerabat kita yang lain agar kelak merasakan syurga Allah bersama-sama (aamiin).

Dakwah memiliki keutamaan keutamaan, diantaranya:


  • Menyelamatkan diri

Dalam Q.S Al-Anfaal ayat 25, Allah SWT berfirman : “Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak hanya  menimpa orang orang yang zalim saja diantara kamu. Ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksa-Nya”

Perumpamaan dalam suatu bahtera, seseorang yang  berada dibagian bawah kapal sedang haus dan merasa malas untuk mengambil air keatas, maka ia pun melubangi bagian kapal agar mendapati air laut yang bisa diminum. Jika tidak ada orang- orang yang melarang perbuatannya, maka kapal itu lama- lama terisi air dan seluruh orang- orang didalamnya akan tenggelam. Begitu pula dalam kehidupan, ketika tak ada orang-orang yang mau mengingatkan lagi akan kebaikan , menyerukan kebenaran maka tunggulah azab Allah yang tidak hanya menimpa orang- orang zalim saja.


  • Menyelamatkan Umat -> Memperbaiki kehidupan

“Kamu (umat islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Diantara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik” (Q.S Aali-‘Imraan: 110)


  • Mendapatkan keutamaan yang besar

“Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang- orang yang beruntung” (Q.S Aali-‘Imraan: 104)


  • Menanam benih Peradaban

Apa yang sedang kita lakukan sekarang (dakwah) adalah menanam benih peradaban. Pohon yang kita rawat dengan baik, maka menghasilkan buah yang baik


KARAKTER DAI
Siapa yang bisa melakukan itu semua? Hanya DA'I yang memiliki karakter-karakter khusus yang bisa melakukan pekerjaan besar ini… yaitu:


  • PENGABDI: tidak berpikir macam-macam. Semua yang dia lakukan hanya untuk Allah sehingga apapun yang dilakukan bisa fokus. Seorang da'I adalah pengabdi sejati kepada Allah. Abu Ubaidah, adalah salah satu sahabat Rasulullah yg ditunjuk untuk menggantikan Khalid bin Walid, panglima perang. Ketika itu seorang khalifah (Umar) datang ke Abu Ubaidah yang menjadi pemimpin perang dalam suatu imperium. Ketika rumahnya dikunjungi, hanya sebuah rumah yang sederhana yang ia datangi akhirnya… Abu Ubaidah tau, bahwa Khalifah akan kecewa dengan rumahnya yang hanya terdapat tikar sebagai tempat tidurnya dan beberapa alat rumah tangga sederhana yang ia gunakan sehari-hari. Suatu hari Khalifah mengirimi dinar yang jumlahnya cukup banyak untuk Ubaidah lewat seseorang yang dipercayakan dan menyuruh utusannya tersebut untuk melihat apa yang dilakukan oleh Ubaidah terhadap pemberian khalifah. Namun, tak sekeping dinar disisakan oleh Ubaidah untuk dirinya. Apa yang diinginkan oleh Ubaidah, hanya AKHIRAT kata beliau saat ditanyakan oleh Khalifah.
  • TOTALITAS: Tidak melakukan sesuatu setengah- setengah. Berusaha maksimal , suka atau tidak suka
  • AKTUALISASI: Banyak bekerja dibanding banyak bicara.
  • SABAR: inilah pedang seorang da'i. Jika kita berpikir 3 hal ini masih jauh ada di dalam diri kita… JANGAN MUNDUR!! BANGKITLAH!!

Sekian resume-nya , wallahualam bisshowab


-Sesungguhnya dakwah itu adalah cinta. Dimana dakwah itu akan menuntut dan mengambil apapun yang dia miliki; harta, pikiran, waktu, seperti cinta pula yang akan menguras air mata-


#Revolutionary

Selama belasan tahun ini, mungkin masih banyak hal-hal yang dilakukan yang menghabiskan waktu tanpa adanya niat atau bahkan ada sebenarnya, tapi sudah bukan karena Allah semata.. :3.

Padahal innamal a'malu binniyat. Dari Umar bin Khathab Ra. berkata : "Aku telah mendengar rasulullah saw bersabda : Sesungguhnya segala amalan itu tergantung pada niatnya dan sesungguhnya bagi setiap orang apa yang ia niatkan. Maka barang siapa yang hijrahnya karena Allah dan rasulNya, ia akan sampai pada Allah dan Rasul-Nya dan barang siapa hijrahnya menuju dunia yang akan diperolehnya atau menuju wanita yang akan dinikahinya, ia akan mendapatkan apa yang dituju. (HR : Bukhari & Muslim).  Sungguh hadist ini menerangkan kepada kita akan ke-lillah-an kita dalam beramal di kehidupan sehari- hari.

Lalu, apalah artinya kesibukan kita, amalan kita yang banyak, kalau tanpa niat karena Allah?

Oleh karena setiap amalan bergantung kepada niat, maka bagaimanakah kita menjawab pertanyaan di mahkamahNya nanti? Mahkamah yang tiada hakim selain Allah SWT. Pertanyaan akan waktu yang terlewatkan oleh amalan-amalan yang tidak didasari niat karena Allah SWT. Pun saat kita menghabiskan waktu untuk melamun sekalipun, bagaimana?

Semoga kita menjadi hamba yang tak merugi, wallahu 'alam.

Seruan!



Shoutul Harokah - Nidaul Jihad 

جاهد في الله اخيّ  .  جاهد ان كنت تقيّا
#Jaahid fillahi ukhayya | jaahid in kunta taqiyya# 2x
Berjihadlah di jalan Allah wahai saudaraku | Berjihadlah jika engkau bertakwa

تملك افقاق الدنيا  .  وتلاق الله رضيا
#Tamlik a faakoddunyaa 2x | Watulaaqillahar dhiyaa#
Niscaya engkau menguasai cakrawala dunia | Dan berjumpa dengan Allah dengan keadaan diridhoi

قم ناج الله الباري   . واستغفر بالأسحار
#Qum naajillahal baarii | wastaghfir bil-as haari# 2x
Bangunlah, bermunajatlah kepada Allah Sang Pencipta | Beristigfarlah pada dini hari

واذرف كالنهرالجاري .    دمع الأشواق سخيا
#Wadzrif kanahril jarii 2x | Dam'al asy waa qisakhiyaa..#
Dan cucurkanlah bagai sungai mengalir | Air mata kerinduan dengan murah hati

وكتاب الله الهادي  . صاح أعيدواأمجادي
#Wa kitabullohil haadii | Shooha 'iiduu-amjaadii # 2x
Kitabullah Petunjuk jalan | Menyeru: "Kembalilah Kejayaanku"

وجميع لكون ينادي .    هيّا يا مسلم هيّا
#Wa jamii'ul kauniiyu naadii 2x | hayya yaa muslimu hayya #
dan seluruh alam memanggil | "Kemarilah wahai muslim kemarilah" 

جد بلمال وبالنّفسي .  إن تطمع بالفردوس
#Jud bilmaali wabinnafsii | in tath ma' bil firdausii # 2x
Berkorbanlah dengan harta dan jiwa | Jika engkau menginginkan Firdaus 

فهنالك أحلي عرس  .  للمؤمن بالحورّ يّه
#Fahunaa lika ahlaa 'ursi 2x | Lilmu-mini bil hurriyyah #
Disana ada pernikahan terindah | Bagi Mukmin dan bidadari

IKRAR

Bismillahirrahmanirrahim

Pagi. Hari ahad waktu itu, aku dan sinta nekat mengunjungi rumah seorang kakak setelah melkasanakan madrasah di sekolah. Perasaan rindu yang sudah menggunung melangkahkan kami ke alamat sekneg jakarta pusat.

Saat perjalanan, ada hal menarik, seperti biasa kami berbincang- bincang sambil jalan.
Tentang mimpi, harapan, cita, evaluasi, perasaan sampai kecurahan curahan hati yang gak penting sekalipun. Bagaimanapun aku suka sharing pada saudari shalihahku yang satu ini. Kami mulai membica
rakan targetan - targetan hidup kami setahun kedepan.

Dan muncullah ikrar diantara kami


ikrar kami!

#Kami itu Takut!
#Takut Kepada Allah
#Kami itu Khawatir!
#Khawatir tidak khusnul Khotimah
#Kami itu Sedih!
#Sedih jika tidak berprestasi


HIDUP ITU HARUS KAYA
Kaya Amal shalihah nya
Kaya ilmunya
Kaya manfaatnya
Kaya berkahNya

disiplin HARGA MATII!


Semoga kami dapat terus menjaga ikrar ini. :)