Suatu ketika, lupa kapan, aku menyimak sebuah kajian pranikah. Dalam pembahasan panjang tersebut, pembicaranya sempat menyebutkan ada 4 hal yang dapat dilatih seorang muslimah sebelum ia membina rumah tangga bersama pasangannya *yaiyalah pasangannya XD. Nah 4 hal tersebut itu adalah menulis, mendengar, memijat, dan memasak.
Hmmm.. menarik nih dua pertama yang disebutkan, menulis dan mendengar. Kenapa beliau katakan menulis, kenapa yah?. Apakah karena seorang istri dan ibu yang utamanya berada di rumah bisa berkesempatan beralih profesi lain sebagai penulis kalau dia latihan menulis :D?. Misal kayak aku gitu, yang tadinya bekerja di luar rumah terus kalau udah jadi ibu kan harapannya bisa jadi full time mom, nah bisa nyambi deh tuh jadi penulis *nulis diary tapi yah bisanya :p.
Ternyata engga gitu juga alasannya. Beliau menyebutkan, alasannya karena ternyata menulis membantu wanita dalam mengontrol emosinya. Wanita tuh kan makhluk yang sangat perasa, berkelebihan deh perasaannya, jadi gampang diserang negative feeling, prasangka-prasangka yang iya-iya, eh enggak-enggak. Apalagi kalau menghadapi sosok pria. Ini secara global lho ya, kenyataannya ya ada juga kok wanita yang cuek abis, gak gampang baper..wih saluut. Bahkan perihal menulis ini, itu ustadznya sampai bertanya lho, "Di sini ada akhwat yang suka nulis diary?", kalau ada ikhwannya silakan nikahin XD, *dalam hati saya saya *loh *wq *alay.
Pada saat seseorang meninggi emosinya, emosi tersebut dapat menutup pikiran rasional dan bisa membuat seseorang melakukan hal-hal yang bisa menimbulkan konsekuensi negatif. Dengan menulis bisa membantu wanita mengelola emosinya, misal lagi dilanda negative feeling, wanita dipersilakan curhat dengan menulis. Sebab menulis itu sendiri merupakan kegiatan yang membutuhkan otak depan yang rasional. Harapannya ketika menulis, ganjalan emosi bisa dikeluarkan dan seseorang dapat melakukan perbuatan yang lebih konstruktif, lebih dari sekedar tindakan reaktif akibat emosi yang meninggi. Dengan menulis, kadar emosi dapat dikurangi dan ditransformasikannya menjadi kreativitas.
Jadi bolehlah dicoba bagi wanita untuk berlatih menulis, menulis diary contohnya sebagai media tempat curhat, apalagi kalau kamu belum punya pasangan untuk mendengarkanmu *puk puk. Lagipula ketimbang curhat ke manusia, curhat lah ke Allah, ditambah dengan menulis yang hanya kamu saja yang tau. Menulis sih menulis, tapi bukan nulis curhatan di social media :"D yang membuat semua orang dapat membacanya, masa iyah sih masalah rumah tangga kelak ditulis di status facebook -_-, jadi cukup Allah dan diri kita saja ya yang tahu.
Nah kemudian aku langsung merefleksikannya ke diri aku. Iya aku tuh orangnya perasa sekali :'D, aku cukup suka diam karena aku lebih banyak berkata-kata sendiri di dalam kepala :D #tipetipeagakintrovert. Maka aku suka sekali ketika aku menulis. Dan ketika aku lagi merasa kesal, dipenuhi prasangka tidak baik terhadap sesuatu, kalau aku nulis, prasangka tersebut bisa menghilang, malah terkadang jadinya muncul aha moment yang bikin aku dapat memahami hikmahnya seperti : "oh, iya ya, ini mah perasaan aku saja, mungkin begini sebenarnya" malah jadinya memahami, dan gak jadi kesal :). Tapi ya ini semua masih dilatih dan catatan banget buat diri sendiri biar gak gampang BAPER. Yeaaay sekian :D. Untuk kali ini emang mau cerita singkat tentang menulis ajah dulu ya ^^.
Search
Salam

Categories
- #MoveonProject (5)
- Catatan Diri (20)
- Cerbung (4)
- Jejak Bacaan (6)
- Kutipan (5)
- Little Stories (25)
- Musik Positif (5)
- Others (2)
- Prosa (19)
- Untuk Lina (9)
Popular Posts
Featured Post
Lelaki Pendek, Hitam, dan Lebih Jelek dari Untanya
Kali ini tentang ''Lelaki Pendek, Hitam, dan Lebih Jelek dari Untanya'' yang saya baca dari buku dengan judul yang sama ka...
0 komentar:
Post a Comment