Dear Woman in the Mirror

Dear woman in the mirror,

Di akhir zaman ini kamu tahu kan semakin banyaknya fitnah merajalela menjadikan wanita korban dengan jumlah jauh lebih banyak daripada kaum laki-laki. Dalam sebuah hadist shahih, Nabi sudah menyampaikan bahwa "Diantara tanda-tanda kiamat adalah banyaknya fitnah". Tahukah kamu fitnah tersebut menyebar dalam dua cara. Pertama fitnah melalui benda-benda berwujud sehingga manusia tertarik pada yang terlihat. Lihatlah fenomena betapa banyak orang yang berlomba-lomba memburu sesuatu berwujud seperti uang, mobil, rumah dll. Andaikata dalam sebuah majelis ilmu disampaikan bahwa bagi yang menghadirinya akan mendapatkan uang atau hadiah jutaan rupiah maka dapat dipastikan yang hadir akan jauh lebih banyak dari biasanya. Namun ketika hanya dimotivasi dengan pahala yang banyak maka banyak pula yang akan berpikir dua tiga kali untuk melangkahkan kakinya ke majelis ilmu. Mengapa? Karena orang-orang tertarik kepada yang terlihat sedangkan pahala adalah sesuatu yang tidak terlihat. Kemudian jangan tanya lagi tentang banyaknya kasus kriminal yang berawal dari masalah benda ini, banyak bukan? :'(. Jagalah dirimu dari kecenderungan pada dunia dan isinya.

Fitnah kedua adalah kaum wanita. Sekarang lihat kaummu kini tak sedikit yang dijadikan sarana pelampiasan hawa nafsu. Pernah terfikirkan mengapa wanita berdampingan dengan mobil? Bisa cari korelasinya antara kecantikan, keseksian model wanita dengan penjualan mobil?. Faktanya kini wanita dijadikan *maaf* barang dagangan. Maka perjuangan muslimah, termasuk kamu saat ini adalah perjuangan besar untuk mengimbangi fitnah akhir zaman. Agar ia jangan sampai terlalu parah, terlalu vulgar sehingga generasi anak-anak mu kelak hancur. Jangan sampai zaman ini didominasi oleh orang-orang yang berbuat fitnah. Jagalah dirimu dan muslimah sekelilingmu. Wanita dan auratnya. Bayangkan ada dua makanan, satu terletak dalam etalase yang tertutup rapih tidak ada lalat yang bisa masuk, yang satu terbuka sepanjang hari tiap jam lalat menumpuk disitu juga debu-debu yang terbawa angin menyapa makanan tersebut. Kamu pilih mana?. Tertutup bukan? karena fitrah manusia memilih sesuatu yang baik, makanan tertutup, menyukai yang tertutup. Tapi dear.. ujian takkan berhenti sampai disini. Kamu tahu banyak pemuda sekarang yang mungkin sudah muak dengan aurat yang terus diumbar-umbar sehingga tak lagi merasa bahwa ia suatu godaan yang berat namun justru tak tahan dengan kejelitaan seorang akhwat yang berpakaian rapih tertutup?. Sehingga jangan kaget saat ini kita banyak melihat seorang muslimah dengan pakaian yang sudah tertutup di social media di-follow oleh para ikhwan yang *katanya* ngaji *ikhwan juga manusia* dan di waktu luang ia bebas mencuci matanya memandangi foto sang akhwat jelita. Haduuuuh. Jadi jagalah dirimu dari pandangan-pandangan khianat.

Lalu pemuda sekarang juga tak sedikit yang mudah terjangkit penyakit galau, malas, tidak percaya diri serta penuh ragu. Maka perhatikan kebiasaanmu, ubahlah kebisaan burukmu. Untuk dirimu yang selalu menchallenge diri demi menemukan minimal sekecil-kecilnya perubahan baik dari dirimu, jangan lemah!. "Jangan lelah hingga kelelahan itu lelah mengikutimu" (KH. Rahmat Abdullah). Jadilah tangguh karena engkau bersama Allah. Janganlah mudah galau karena engkau bersama Allah.

Dear woman in the mirror, ini catatan untukmu.

0 komentar:

Post a Comment