Yah, Maafkan Putrimu

Kau tahu aku tak pernah membuatmu cemburu karena laki-laki lain.
Kau tahu sebelum ini, aku tak pernah menghadirkan sosok laki-laki lain dalam hidupku dan mengenalkannya kedalam kehidupan kita. Karena memang belum saatnya.

Tapi maafkan aku, karena kini aku mulai mendambakan sosok laki-laki untuk berada dalam hidupku selain dirimu. Maaf kini aku mulai merindukan sosok laki-laki yang kan membimbingku, mengambil alih tanggung jawabmu selama puluhan tahun terakhir. Dan sungguh maaf, karena perlahan aku mulai berharap segera hadirnya ia yang Allah takdirkan mau mengemban amanah itu dan hidup bersamaku,

Yah..
Aku ingin laki-laki itu adalah ia yang selalu berusaha keras untuk taat pada Allah sehingga Allah jua memudahkan ku untuk taat pula. Aku ingin bersamanya yang selalu berusaha keras dekat pada Allah sehingga ia memastikan aku tak jauh-jauh dari Allah.

Aku ingin bahagia bersama ia yang di sepertiga malam kudapati tengah bemesraan dengan Allah dalam shalat lailnya. Tentu aku juga disertakannya. Aku akan tentram dapat mendengar ia berkata lembut padaku meminta izin untuk berangkat shalat shubuh ke mesjid. Ia pun tak ragu melakukan panggilan shalat kepada sesamanya di masjid dekat tempat kami tinggal. Aku ingin lebih berbahagia lagi ketika ia mengajakku dan anak-anak kami kelak duduk berhadapan untuk saling memeriksa hafalan. Kemudian aku dan anak-anak kami akan duduk menyimak ia menceritakan shirah nabawiyah dalam banyak kesempatan.

Yah..
Doakan aku kelak bersama ia yang akan banyak-banyak mengajari putrimu. Mengajariku tentang Rabb-ku, bahasa Rabb-ku. Ridhai aku bersama ia yang kan menggenggam tanganku erat, mengajakku meraih ridha-nya Allah. Kami akan banyak belajar bersama memperjuangkan kebersamaan di Surga.

Yah maaf, aku mulai merindukan hadirnya.

0 komentar:

Post a Comment