Untuk seorang Ibu yang kupanggil Ibu. Pertemuan singkat kita meninggalkan kesan di hatiku. Meski singkat namun Allah menampakkan kepadaku sebuah ketulusan dalam matamu, senyummu. Engkau pasti wanita yang disayang Allah.
Sejak itu, Allah memudahkan saja bagiku memasukkan namamu dalam doa-doa hariku. Maaf bila tanpa izin, tapi tak ada salahnya kan menyebutmu dalam doa?. Semoga kau selalu dalam lindungan Allah. Semoga kau selalu sehat. Semoga kelak kita bisa berjumpa lagi. Semoga aku bisa mengunjungimu lagi seperti yang kau ucapkan kepadaku untuk kembali datang.
Tapi Ibu, hari ini aku secara tak langsung mengambil keputusan yang mungkin kan menutup kemungkinan itu di kemudian hari. Aku yakin engkau pasti selalu berdoa yang terbaik, maka harusnya yang saat ini terjadi juga adalah jawaban terbaiknya Allah. Semoga Ibu sehat ya. Semoga kelak jika Allah mempertemukan lagi kita secara tidak sengaja kita dapat saling bertegur sapa :').
Salam,
Anak perempuan yang tidak tahu bagaimana cara menyampaikan ini secara langsung.
Search
Salam

Categories
- #MoveonProject (5)
- Catatan Diri (20)
- Cerbung (4)
- Jejak Bacaan (6)
- Kutipan (5)
- Little Stories (25)
- Musik Positif (5)
- Others (2)
- Prosa (19)
- Untuk Lina (9)
Popular Posts
Featured Post
Lelaki Pendek, Hitam, dan Lebih Jelek dari Untanya
Kali ini tentang ''Lelaki Pendek, Hitam, dan Lebih Jelek dari Untanya'' yang saya baca dari buku dengan judul yang sama ka...
0 komentar:
Post a Comment