Di beberapa fase-fase penting hidup Lina, seperti lulus SMA ke kuliah, lulus kuliah ke kerja atau yang di-breakdown lagi, Lina juga ngalamin yang namanya kegagalan *setiap manusia ada ngalamin kali Lin. Bicara tentang pasca berhadapan dengan kegagalan, yang Lina alami pun bermacam-macam, bisa beneran gagal achieve yang diusahakan kemudian diusahakan lagi dan Allah kasih, atau yang gagal proses sehingga Lina belajar dan berubah kemudian dapat ganti alur cerita yang lebih baik dari Allah.
Contoh kasusnya sih yang gagal maju sidang skripsi karena, ya karena belum siap hehe. Ini emang salah satu episode ter-drama dalam hidup Lina. Belum siapnya itu karena beberapa hal, salah satunya ayah Lina masuk rumah sakit dan dirawat cukup lama sehingga Lina banyak absen hadir bimbingan dan skripsian Lina progresnya seuprit-uprit banget. Padahal tanggal maju sidang udah dekat tapi codingan Lina belum beres. Berat banget rasanya waktu itu mau hubungin bapak pembimbing kalau Lina terpaksa mundur padahal Lina udah pegang tanda tangan beliau di surat izin maju sidang. Qodarullah diundur juga. Kecewa sama diri sendiri, orang tua juga mungkin kecewa sama Lina. Tapi ya mau gimana. Berdoa dan berusaha lagi yang bisa Lina lakukan.
Berkat kegagalan itu, masyaAllah, kalau Lina paksa maju bakal kecil kemungkinan Lina dapat nilai A di sidang Lina. Akhirnya sidang Lina dapat A, IPK final Lina jadi sesuai harapan Lina. Jadi berapa? diatas 3 pokoknya hehehehe. Kalau Lina paksa waktu itu sidang udah pasti IPK Lina gak sesuai harapan Lina. Masa iya sih, harapan jadi mapres gagal *emot kucing lucu nutup muka, harapan lulus 3,5 tahun gagal, harapan jadi mahasiswa predikat lulusan terbaik gagal. Ya minimal IPK harapan Lina, Lina raih deh XD.
Iya, Lina selalu berupaya set goal ketika Lina lagi jalanin proses tertentu. Ambisius gak sih?, enggak juga, Lina bukan orang yang ambisius juga sih wkwk. Kalau memang udah gak bisa diusahakan kalau ada pilihan berhenti ya berhenti biar Lina pakai waktunya buat mengusahakan yang lain. Tapi berhubung jadi mahasiswa itu gak selamanya, mesti hengkang dari kampus ya mau gak mau kelulusan itu adalah hal yang harus Lina ikhtiarkan. Selalu Lina ingat bahwa hidup itu betul-betul harus punya tujuan. Itu salah satu contoh kasus gagal yang diusahain lagi kemudian Allah kasih yang terbaik di waktu terbaikNya.
Nah tahun 2017 ini, fase apa ya?, udah kerja ceritanya, udah mandiri secara finansial, lalu apa sih yang Lina lagi usahakan?. Jawabannya banyak, masih banyak hehe. Tapi ada satu hal yang juga Lina ikhtiarkan di usia menuju quarter life, pasti pada tau deh apa wkwk. Apalagi sih yakan selain berusaha menemukan pasangan halalnya :3. Biar genap gitu. Iya, ini salah satu yang Lina ikhtiarkan, bukan maksud nyombong gimana, tapi Lina baru mulai ikhtiar dari akhir tahun 2015 *baru kok qwqwq. Dikit-dikit nyicil, mulai dari ilmunya dulu, ikut seminar, baca buku. Persiapan ruhiyah dan mental juga nyicil. Pertengahan 2016 mulai dikit-dikit sosialisasi ke orang tua, pencitraan dulu biar keliatanlah sama orang tua oh ini anak udah waktunya nih. Bener aja, selepas kelar Ramadhan 2016 tiap berangkat kerja kalau lagi saliman udah dapet doa, didoainnya semoga berjodoh sama yang direktur, macam ceo gitu *eh *waduh nanti susah gak nih mah nemunya *tapi mah bisa aja ya. Tenang, itu cuma selipan, doa yang UTAMAnya sih yang Sholeh.
Oke udah 2017 pertengahan. Udah ikhtiar ni tapi ternyata emang Allah belum izinin tuuuu. Eh bukan izin doang deng, tapi ridha. Lina lebih berharap keridhaan Allah dibanding cuma diizinin. Diizinin tuh kayak 'nih tuh kasih deh kasih'. Jadi Lina belum dapat ridha-nya Allah sampai sekarang. Kira-kira sampai kapan? ya allahu 'alam, who knows. Allah doang yang tahu, Linanya cuma bisa upaya. Btw kita kan dari awal lagi bahas kasus gagal, ini gagalnya dimana?. Ada, ada bagian gagalnya disalah satu tahap yang bikin Lina sampai nulis disini ehehe. Yang detailnya gak bakal Lina share kali ini. Kapan-kapan ya.
Berhadapan sama kegagalan lagi di fase penting?. Ya gapapa. Kan Lina udah biasa tuh berhadapan terlebih dahulu sama kegagalan di fase-fase penting hidup Lina. Lina cuman harus merengek lebih kuat sama Allah :*. Lina yakin doa sama Allah gak bakal kecewa. Lina emang belum pantas untuk mendapat yang Lina harapkan saat ini, dan memang Allah punya rencana lebih indah. Jadi rencana Lina yang gagal itu gapapa *untuk saat ini ya, karena rencana Allah pasti lebih baik dan rencana-Nya Allah terlalu sempurna untuk gagal. Sekarang lanjutin menata diri dan bersiap menghadapi kemudahan dari Allah. Iya dong :) kan dalam kesulitan ada kemudahan.
Lina,
yang masih menata diri, menata hati XD
Search
Salam

Categories
- #MoveonProject (5)
- Catatan Diri (20)
- Cerbung (4)
- Jejak Bacaan (6)
- Kutipan (5)
- Little Stories (25)
- Musik Positif (5)
- Others (2)
- Prosa (19)
- Untuk Lina (9)
Popular Posts
Featured Post
Lelaki Pendek, Hitam, dan Lebih Jelek dari Untanya
Kali ini tentang ''Lelaki Pendek, Hitam, dan Lebih Jelek dari Untanya'' yang saya baca dari buku dengan judul yang sama ka...
0 komentar:
Post a Comment