Sungguh Allah Maha Penyayang Kepadamu

Sebakda waktu Ashar, penghujung bulan Ramadhan, aku melihat tulisan dalam mushafku berbunyi:

"Sungguh Allah maha Penyayang kepadamu" (An-Nisa' : 29)
Seketika otakku memutar rekaman-rekaman peristiwa yang aku alami sejak satu tahun kebelakang. Memang beberapa hal terasa sulit, tapi kemudahan yang Allah beri melampauinya. Aku merasa sesak mengingat betapa nikmat Allah yang begitu banyak tak ku kejar dengan banyaknya syukur yang terpanjatkan. Allahu Rabbi Ya Kariim. Maafkan aku.

Sungguh Allah maha Penyayang kepada hamba-Nya. Yang ku baca berulang-ulang dalam hati seperti "sungguh Allah menyayangimu, Lina". Menentramkan hati dengan mengingat bahwa satu-satunya dengan kasih sayang tak terbatas hanyalah Engkau ya Rabb. "Sungguh Allah maha penyayang kepadamu", membaca ayat ini pula harusnya membangkitkan optimisme ku untuk menjalani apa-apa yang ku hadapi dalam hidup. Sebab Engkau maha Penyayang maka setiap ketetapan-Mu pastilah baik.

Karena Engkau maha penyayang dan segala ketetapan-Mu baik maka maafkan diri ini yang telah terburu-buru menggerutui ketetapan. Padahal dengan bersabar, Engkau akan mudahkan diri ini memungut hikmah terserak dari setiap kejadian. Yaa Kariim.. maafkan aku yang bodoh dan tak tahu apa-apa ini karena menggerutui kesulitan. Maafkan aku terkadang lupa bahwa bersamaan dengan kesulitan Engkau menjanjikan kemudahan.

Dari Ramadhan ke Ramadhan, semoga hidayah-Mu mampu ku tangkap, mencahayai hatiku, hambaMu yang lemah lagi tempatnya lupa.

0 komentar:

Post a Comment