Dear My Qalb,
Maaf telah membebanimu dengan banyak hal tidak penting akhir-akhir ini. Membebanimu dengan hal yang melebihi kapasitasmu. Aku akui, sejak awal aku telah menyadari bahwa aku akan memberimu beban melebihi kemampuanmu. Namun aku hiraukan peringatan itu hingga tanpa sadar aku lalai menangkap sinyal-sinyal darurat darimu.
Maaf atas perjalanan melelahkan yang ku paksakan. Kini saatnya kau berhenti. Berlepas dirilah dariku, pergilah menuju Rabb-Mu. Kau bukan milikku, kau milik-Nya. Bahkan menggenggammupun aku tak bisa. Tak seharusnya kau melemah mengikutiku dengan hawa nafsuku.
Maaf telah membuatmu lusuh karena debu-debu selama berjalan mengikutiku. Maaf tak sering-sering mengajakmu membersihkan diri, memberimu istirahat.
Maaf.
Search
Salam

Categories
- #MoveonProject (5)
- Catatan Diri (20)
- Cerbung (4)
- Jejak Bacaan (6)
- Kutipan (5)
- Little Stories (25)
- Musik Positif (5)
- Others (2)
- Prosa (19)
- Untuk Lina (9)
Popular Posts
Featured Post
Lelaki Pendek, Hitam, dan Lebih Jelek dari Untanya
Kali ini tentang ''Lelaki Pendek, Hitam, dan Lebih Jelek dari Untanya'' yang saya baca dari buku dengan judul yang sama ka...
0 komentar:
Post a Comment