Pagi di Stasiun

Sebuah percakapan di peron stasiun pagi hari.
L : (Lagi sok-sokan baca mushaf yang kepegang, pakai baju biru laut, outer dan rok)

Ibu-ibu : Dek dek, sekolah di mana? Rajin amat.
L : ...............................................................................
(Ya Allah, kali masih sekolah dah ni muka, si ibu ngeledek 😂 ðŸ˜‚)
hehe, engga ibu, saya gak sekolah (belum kelar ngomong)
Ibu-Ibu : Sekolah di Al Azhar ya?
L : ..................................................
(perasaan gak kayak pake seragam ðŸ˜‚😂) Engga ibu, saya mah mau berangkat kerja ðŸ˜‚😂.
Ibu-Ibu : Oalah, kerja, gurunya ya?
L : (wkwk spicles, masih dikira) Bukan bu
Ibu-Ibu: Terus kerja di mana? 

L : Bukalapak bu

Ibu-Ibu : Waaah hebat buka lapak apa dek?
L : .................................................
(wkwk, sudah biasa)
bukalapak.com bu sebetulnya

Ibu-Ibu : Apa itu bukalapak.com?
L : ðŸ˜‚😂 Itu bu yang kayak 'tokosebelah' (siap-siap pundung kalau beliau tau ini tapi gatau bukalapak | gakdengbiasaaja)
Ibu-Ibu : Apa itu 'tokosebelah'?

L : (Horeeeee gatau juga 'tokosebelah' ).... dan seterus-seterusnya perbincangan jadi panjang dari ecommerce sampai ke one day one juz sampai kita udah duduk di dalam kereta. Konon si Ibu itu konsultan di Bank Dunia (etapi segitu kurang ngenal ecommerce ya). Setelah panjang akhirnya saya disuruh lanjut baca lagi 'eh maaf ya dek Ibu jadi ganggu, silakan baca lagi dek' ðŸ˜‚😂.

Kemudian..
Anouncer : "Sesaat lagi kereta anda akan tiba di stasiun Pasar Minggu"

Yha...XD

0 komentar:

Post a Comment