Entah kenapa, suatu waktu aku mendapati mataku basah dalam tidur..meneteskannya lagi kala sepi, atau menghujankannya dalam hati yang lebih sering.
Perlahan aku menyadari, mungkin karena sudah lama aku tak berdamai dengannya.. Sudah lama ia menyimpan sakit karenaku sendiri. Atau membiarkannya lebih lama kering gersang dibanding waktu kuatnya, waktu sehat dan segarnya.
Duhai hati.
Duhai hati..
Duhai diri...
Sampai kapan?
Search
Salam

Categories
- #MoveonProject (5)
- Catatan Diri (20)
- Cerbung (4)
- Jejak Bacaan (6)
- Kutipan (5)
- Little Stories (25)
- Musik Positif (5)
- Others (2)
- Prosa (19)
- Untuk Lina (9)
Popular Posts
Featured Post
Lelaki Pendek, Hitam, dan Lebih Jelek dari Untanya
Kali ini tentang ''Lelaki Pendek, Hitam, dan Lebih Jelek dari Untanya'' yang saya baca dari buku dengan judul yang sama ka...
0 komentar:
Post a Comment