Assalamu'alaikum ya akhi ya ukhti



komikmuslimah.blogspot.com


Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh saudaraku :) . Ditengah tengah ujian akan nikmat iman, islam, udara segar, cuaca cerah atau seringkali hujan lebat sampai banjir, kesehatan keluarga, waktu bermanfaat, air bersih, serta nikmat beraktivitas tanpa kekurangan suatu apapun yang sedang melanda diri dan negeri ini. Izinkanku berkicau sedikit dan sebentar saja tentang SALAM :). 

Saudaraku mengucapkan atau memulai SALAM adalah sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam yang sesuai dalam sabda beliau "Ucapkanlah SALAM , baik kepada siapa saja yang engkau kenal dan yang tidak (HR Bukhari)" . Pengucapan SALAM bagi kelompok jika sudah ada yang mengucapkan maka sudah cukup.

Dari Ali bin Abi Thalib, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sudah mencukupi untuk suatu rombongan jika melewati seseorang, salah satu darinya mengucapkan salam.” (HR. Ahmad dan Baihaqi)
Adapun untuk menjawab salam hukumnya adalah fardu 'ain jika ada yang mengucapkan salam kepada kita sedang kita dalam kondisi sendirian. Sedang jika salam diucapkan pada suatu rombongan atau kelompok, maka hukum menjawabnya adalah fardu kifayah. Jika salah satu dari kelompok tersebut telah menjawab salam yang diucapkan kepada mereka, maka sudah cukup. 

komikmuslimah.blogspot.com


Adab Mengucapkan Salam

1. Mengucapkannya dengan sempurna
Saudaraku , sangat dianjurkan bagi kita untuk mengucapkan salam dengan sempurna, tidak setengah-setengah, yaitu dengan mengucapkan, "Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu"
Hal ini berdasarkan hadits dari ‘Imran bin Hushain radiallau ‘anhu, ia berkata: “Seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengucapkan , ‘Assalaamu’alaikum’. Maka dijawab oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam kemudian ia duduk, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Sepuluh’. Kemudian datang lagi orang yang kedua, memberi salam, ‘Assalaamu’alaikum wa Rahmatullaah.’ Setelah dijawab oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ia pun duduk, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Dua puluh’. Kemudian datang orang ketiga dan mengucapkan salam: ‘Assalaamu’alaikum wa rahmatullaahi wa baraakaatuh’. Maka dijawab oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian ia pun duduk dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Tiga puluh’.”(Hadits Riwayat Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad no. 986, Abu Dawud no. 5195, dan At-Tirmidzi no. 2689 dan beliau meng-hasankannya).

2. Memulai salam

Sangat dianjurkan bagi kita untuk memulai terlebih dahulu mengucapkan salam. Seperti keutamaan anak muda untuk mengucapkan salam kepada yang lebih tua, bila sedang melewati orang lain, mengucapkan ketika ingin pergi, atau yang sedang berkendaraan mengucapkan salam pada yang berjalan. Tapi juga bukan berarti ketika yang diutamakan terlebih dahulu tidak melakukannya lantas gugurlah ucapan salam atas orang-orang yang lebih muda, atau tidak berkendaraan dll. Islam tetap menganjurkan kaum muslimin mengucapkan salam kepada yang lainnya. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam

“Yang lebih baik dari keduanya adalah yang memulai salam.” (HR. Bukhori: 6065, Muslim: 2559)

3. Mengulangi salam saat berjumpa lagi walaupun berselang sesaat
Dianjurkan untuk mengulangi salam saat berjumpa lagi walaupun berselang sesaat sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Apabila di antara kalian berjumpa dengan saudaranya, maka hendaklah mengucapkan salam kepadanya. Apabila terhalang oleh pohon, dinding, atau batu (besar), kemudian dia berjumpa lagi, maka hendaklah dia mengucapkan salam (lagi).” (HR. Abu Dawud)

4. Jangan sampai ucapan salam mengganggu orang yang tidur
Dari Miqdad bin Aswad radiallahu ‘anhu, beliau berkata: “Kami mengangkat jatah minuman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (karena beliau belum datang), kemudian beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam datang di malam hari, maka beliau mengucapkan salam dengan ucapan yang tidak sampai mengganggu/ membangunkan orang tidur dan dapat didengar orang yang tidak tidur, kemudian beliau masuk masjid dan sholat lalu datang (kepada kami) lalu beliau minum (minuman kami).” (HR. Timidzi)
5. Tidak memulai ucapan salam kepada kaum non muslim, yahudi dan nasrani
Tidak dianjurkan untuk kita memulai ucapan salam kepada kaum yahudi dan nasrani. Jika mereka mengucapkan salam kepada kita, maka balaslah salamnya dengan ucapan ‘Wa ‘alaikum’
6. Berusaha membalas salam dengan yang lebih baik atau semisalnya
Misalnya dengan senyum yang lebih baik, dengan sikap yang lebih baik, atau tidak layak kita membalas salam orang lain dengan salam yang lebih sedikit.
Sebagaimana Allah berfirman yang artinya: “Apabila kalian diberi salam/penghormatan, maka balaslah dengan yang lebih baik atau balaslah dengan yang serupa.” (QS An-nisa':86)


komikmuslimah.blogspot.com


Saudaraku, semoga adab-adab diatas dapat selalu kita jaga meski tampaklah seperti perbuatan ringan. Tanamlah pada diri, dan pelihara dengan baik hingga kita juga mampu mengajak orang lain kepadanya. Wa Allahu A'lam Bishawab 

L, baiti jannati 210113 14:50 




0 komentar:

Post a Comment