Mengislamkan Akhlak Sebagai Bentuk Komitmen Sebagai Muslim

#Jejak Bacaan : 'Apa Bentuk Komitmen Muslim Sejati'

Risalah islam yang dibawa oleh Rasulullah memiliki tujuan utama yaitu menyempurnakan akhlak manusia, sebagaimana yang baginda sampaikan dalam haditsnya, "Sesungguhnya, aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia." (HR Ahmad). Rasulullah adalah hamba Allah yang memiliki akhlak sempurna. Akhlak Rasulullah adalah Al Quran. Meski dalam kondisi sulit, terancam, dicemooh Rasulullah tetap menampilkan akhlah yang mulia.

Akhlak mulia adalah buah dari baik dan benarnya iman. Iman akan menuntun kita apakah kita dapat berakhlak mulia dalam segala aspek kehidupan kita. Semakin baiknya akhlak kepada Allah, kepada Rasulullah, sesama manusia, akhlak dalam beribadah akan membawa kita semakin mendekat kepada Allah. Kemuliaan akhlak yang diimplementasikan dalam setiap amal perbuatan akan membuat amalan tersebut memiliki kadar yang memberatkan timbangan amal baik manusia di akhirat kelak.

Beberapa sifat-sifat yang harus dimiliki seorang muslim sejati dalam berakhlak, antara lain:

1. Menjauhi perkara-perkara yang syubhat

Sebagai seorang muslim kita harus berhati-hati dalam halal haramnya sebuah perkara. Karena kita tahu betul perkara yang haram tidak akan mungkin diterima, apatah lagi bernilai pahala di sisi Allah.

2. Menjaga Pandangan

Menjaga pandangan dari melihat perkara-perkara yang diharamkan oleh Allah. Menahan diri dari pandangan-pandangan yang tidak perlu karena sangat besar kemungkinan ia kan mengotori hati.

3. Menjaga Ucapan
Jagalah lisan dari berucap yang tidak perlu apalagi tercela. Rasulullah menyampaikan dalam hadistnya bahwa banyak manusia tergelincir ke neraka karena disebabkan oleh lisannya.

"Bukankah banyak manusia yang tersungkur di dalam neraka,hanya karena akibat dari ulah lidahnya?" (HR Tirmidzi)

Juga Rasulullah memperingatkan dalam hadist berikut:

"Barangsiapa yang banyak bicara, maka banyak kesalahannya. Barangsiapa yang banyak kesalahannya, maka banyak dosanya. Barangsiapa banyak dosanya, maka neraka adalah tempat yang paling pantas untuknya." (HR Baihaqi)

4. Malu
Sifat malu dapat mendorong kita agar meninggalkan sesuatu yang buruk, mencegah dari sikap lalai terhadap kewajiban diri dan mencegah dari melanggar hak orang lain.

5. Pemaaf dan Sabar
Hidup dipenuhi dengan rintangan. Apapun kesukarannya, akhlak pemaaf dan sabar akan melapangkan hati, mencahayi hati, sehingga dapt mendekatkan kita kepada Allah.

6. Jujur
Kejujuran akan membimbing kita kepada kebaikan, sedangkan dusta ia menjadi pintu masuk perangkap setan. Rasulullah digelari al amin karena kejujuran beliau.

7. Rendah Hati (tawadhu')
Rasulullah memperingatkan bahaya dari tidak memiliki kerendahan hati. Bahaya tersebut adalah kesombongan. Rasulullah bersabda, "Tidak akan masuk surga, seseorang yang di hatinya terdapat kesobongan seberat biji sawi."

8. Menjauhi prasangka, ghibah, dan mencari cela sesama muslim.
Sebagai implementasi dari surat Al Hujurat 12

9. Murah hati dan dermawan

10. Menjadi teladan yang baik bagi orang lain.



0 komentar:

Post a Comment