Sudah dalam PerhitunganNya

Tetes hujan jatuh bertemu secara romantis dengan bulir tetesan lain dari mataku. Menyatu berpindah bersama membentuk suatu lintasan. Agak basah. Beruntungnya sekeliling hanya akan mengenalinya lintasan itu sebagai sebab dari tetesan hujan. Ah tapi kan lintasan ini pun akan segera menghilang sebelum sekeliling ada yang memperhatikan. Memangnya ada yang berkelebihan waktu untuk memperhatikan lintasan basah pada wajah orang lain saat rinai hujan yang turun pun terancam membuatnya kuyup?. Rasanya tidak :).


Pertemuan dua tetesan itu sudah dalam perhitunganNya. Bagaimana jika aku memakai payung, kedua tetesan itu tak mungkin bertemu. Bagaimana jika aku berjalan dengan menundukkan wajah, tetes hujan hanyak akan menumbuk kepalaku. Atau, atau aku pulang lebih awal sehingga aku tidak terjebak hujan di jalanan. Ah atau saja langkah kaki ku lebih cepat sekian m/j sehingga aku tidak bertemu hujan :)?. Atau juga, kalau aku tidak menitikkan suatu tetesan air, pertemuan keduanya takkan terjadi. 



Namun dalam perhitunganNya itulah, kedua tetes itu bertemu. Pertemuannya membangkitkan ingatan bahwa kamu adalah keberkahan, kamu adalah kenikmatan dariNya. Hujan, let's meet again :).

اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا  Ya Allah, jadikan hujan ini hujan yang membawa manfaat, kebaikan (HR. Al-Bukhari).

0 komentar:

Post a Comment