Our time is limited

Pertanyaannya adalah ingin meninggalkan dunia ini dalam keadaan apa?. Dalam kondisi bagaimana?.
Misal kita menjawab ingin dijemput saat berada dalam kekhusyukan shalat. Maka yang perlu dicari berikutnya adalah jawaban dari pertanyaan: Bagaimana memperbesar probabilitas kita mati dalam keadaan shalat?. Bagaimana caranya bukankah dengan memperbanyak ibadah shalat itu sendiri?. Tidak hanya yang wajib, yang sunnah juga. Bisa?

Atau mau kematian menghampiri saat sedang shaum?. Maka yang harus dilakukan adalah memperbesar probabilitas kita mati dalam keadaan shaum. Caranya tentu saja dengan menjadikan diri pribadi yang rajin shaum sunnah selain shaum di waktu yang wajib saja. Karena wajibnya shaum hanya kita temui di Bulan Ramadhan.

 Atau dalam keadaan baik lainnya?. Sama saja. Kuncinya ialah memperbanyak waktu yang dialokasikan untuk kebaikan sehingga memperbesar kemungkinan Allah memanggil kita dalam keadaan husnul khotimah.

Lalu bagaimana jika 24 sehari kali 7 dalam seminggu yang kita lakukan kebanyakan adalah hal tak bermanfaat, sia-sia atau bahkan kemaksiatan yang mengundang murka Allah?. Bagaimanakah probabilitas kita menemui kondisi terbaik saat kematian menjemput kita sedangkan waktu tersia-siakan bahkan bernilai dosa?

Hai diri, wallahu a'lam, hanya Allah yang mengetahui realisasinya. Maka kita jangan pernah berhenti meminta kepadaNya untuk memutus hubungan kita ke dunia saat berada dalam posisi terdekat ke akhirat, saat dalam kondisi terbaik iman kita. Jangan letih mengulang-ngulag permintaan.
Mudah taubat, mendapat rahmat ketika maut datang dan mendapat magfirah setelah maut menghampiri diri. Bismillah ya Rabb.

0 komentar:

Post a Comment