Bukan tentangmu, melainkan tentang sosok wanita itu.
Tentang ia yang berada disisimu, sepenuh hidupmu.
Wanita yang ketika aku menunduk ta'zhim dihadapnya, mengusap lembut pundakku.
Bukan tentangmu, tapi tentang waktu.
Tentang waktu dan diriku yang mungkin kan menyatu dalam hidupmu.
Untuk waktu dan wanita itu, jagalah ia tetap satu dalam dirimu.
Search
Salam

Categories
- #MoveonProject (5)
- Catatan Diri (20)
- Cerbung (4)
- Jejak Bacaan (6)
- Kutipan (5)
- Little Stories (25)
- Musik Positif (5)
- Others (2)
- Prosa (19)
- Untuk Lina (9)
Popular Posts
Featured Post
Lelaki Pendek, Hitam, dan Lebih Jelek dari Untanya
Kali ini tentang ''Lelaki Pendek, Hitam, dan Lebih Jelek dari Untanya'' yang saya baca dari buku dengan judul yang sama ka...
0 komentar:
Post a Comment