Pintu 1000 Sekian

Sudah hitungan tahun aku menghabiskan malam memikirkannya.
Sepanjangnya juga tak lupa diiringi doa, walau kadang tak tersampaikan dengan indah. Kadang juga hanya sekedar butiran nafas menerbangkan asa, berharap pintu langit terbuka.
Sembari terus memuhasabahi.. apa yang kurang, apa yang belum, bagaimana lagi, salahkah selama ini, baikkah ini, atau harus sekeras apa lagi.

Aku belum bilang 'aku bosan', walau mungkin sudah merasakannya.
Aku tak kan bilang 'aku bosan'. Karena bagaimanapun tetap ada harapan dimana terbuka jalan, entah di pintu 1000 sekian, aku (masih) menunggu jawaban terbaik-Nya.

0 komentar:

Post a Comment